500 Nelayan Paseban Rasakan Dampak Limbah dari PT Bumi Subur

Lumajang, Motim - Perwakilan dari para nelayan Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, mendatangi perusahaan tambak udang PT Bumi Subur yang berada di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jumat (3/7/2020).
Mts, bersama perwakilan nelayan dari Paseban
Mts, bersama perwakilan nelayan dari Paseban
Mts, salahsatu perwakilan menyampaikan, kedatangannya untuk meminta pihak tambak mengelola limbah dengan baik sebelum dibuang ke laut. Ia menyebut sudah sekitar 10 tahun nelayan di Paseban merasakan dampak limbah dari PT Bumi Subur, khususnya ketika panen tiba. Dirinya menegaskan, ada sekitar 500 nelayan di Paseban yang terbagi dalam 4 kelompok.

“Saya mewakili sampai 500 orang nelayan,” katanya pada wartawan.

Ia mengatakan, perwakilan dari nelayan Paseban sudah berkali-kali menemui pihak tambak untuk menyampaikan hal yang sama. Dan kali ini sudah yang keempat kalinya. Ia berharap, kali ini bisa benar-benar dipenuhi oleh pihak tambak.

“Ini kan permintaan masyarakat nelayan Paseban, agar tambak itu membuat tandon. Jadi intinya, minta limbah itu tidak dibuang langsung ke laut,” ujarnya.

Mts menyampaikan, ketika mendatangi PT Bumi Subur, dirinya ditemui oleh 2 manajer dari tambak barat dan timur. Yakni Na dan As. Manajer pun meminta ada pernyataan tertulis dan itu langsung dipenuhi oleh perwakilan nelayan.
“Sudah saya sampaikan pada manajernya,” kata dia.

Kemudian, Ia dan teman-temannya berjanji akan ke sana 4 hari setelah itu, untuk memastikan pihak tambak sudah melakukan upaya memenuhi permintaan nelayan. Mts juga menyebut, ini merupakan permintaan terakhir dari nelayan secara perwakilan. Jika tidak dipenuhi, maka Ia pasrah ke semua nelayan untuk berbuat apa.

“Jika nanti tidak dituruti, tidak dilakukan, biar para nelayan sendiri menyampaikan ke sana,” ujarnya.

Bahkan, Ia sudah menyampaikan ini ke Kepala Desa Paseban. Dan kades setempat, juga akan mengikuti langkah dari para nelayan. “Kata pak kades, kalau tidak ditanggapi (PT Bumi Subur), apa kata nelayan,” ucapnya.

Ia menambahkan, dampak yang dirasakan nelayan Paseban ketika panen udang adalah, ikan di wilayah pantai Paseban sangat berkurang. Diduga karena adanya limbah dari PT Bumi Subur, sehingga banyak ikan yang menjauh.

“Sudah terbukti, ketika tambak ini panen, ikannya menjauh,” kata dia.

Sementara Manajer PT Bumi Subur, Asm ketika dikonfirmasi membenarkan kedatangan perwakilan nelayan dari Paseban. “Datang membawa surat pernyataan permintaan tandon peresapan dan pertanggungjawaban jika kemudian hari ada komplain dari masyarakat pertanian Mleman, jika terjadi perembesan ke arah pertanian,” ujarnya melalui whatsapp. (cho/fit)