Insentif Tenaga Kesehatan Penanganan Covid-19 di Lumajang Capai Rp 1 Miliar

Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang telah mengajukan insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di sejumlah puskesmas dan dua rumah sakit rujukan, yakni RSUD dr. Hariyoto dan Rumah Sakit PTP XXIV Jatiroto Lumajang. Totalnya pun mencapai Rp 1 miliar lebih.
Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, Bayu Wibowo Ignasius
Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, Bayu Wibowo Ignasius
“Jadi kedua rumah sakit itu adalah rumah sakit rujukan yang mendapat insentif. Sehingga tenaga kesehatan yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan insentif. Sudah kita minta untuk mengajukan nama-nama yang memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan Permenkes 278 Tahun 2020,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, Bayu Wibowo Ignasius.

Bayu menyebut, bahwa insentif untuk 233 orang tenaga kesehatan di RSUD dr. Hariyoto telah diajukan selama tiga bulan. Dengan rincian Rp 157.383.300 untuk bulan Maret, Rp 440.677.300 bulan April, dan Mei Rp502.722.400.

Sedangkan 86 orang tenaga kesehatan di Rumah Sakit PTP XXIV Jatiroto, hanya mengajukan selama dua bulan. Dengan rincian Rp 176.930.300 pada April dan Rp 246.930.000 pada Mei 2020.

“Jadi ini untuk dua rumah sakit, karena verifikatornya ada di Kemenkes, dan untuk RS Jatiroto baru proses pengiriman, tapi belum mendapatkan feedback,” ujar dia.

Ia menambahkan, data yang mendapatkan insentif lainnya, yaitu 25 puskesmas. Dan telah dikirim ke kemenkes mulai 4 Juni 2020 lalu. “Jadi mulai 4, 11, 12 dan 15 Juni kita sudah kirim ke Kemenkes dan disetujui, tetapi belum ada rekomendasi secara tertulis,” imbuhnya.

Kemudian, insentif untuk dinas kesehatan (dinkes) sudah mengajukan ke Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Provinsi Jawa Timur. Dengan rincian Rp 10.000.000 pada bulan Maret, Rp. 14.999.900 pada April dan Rp 9.999.000 pada bulan Mei 2020.

“Untuk Dinkes, kita telah mengajukan ke PPSDM Provinsi. Jadi kalau dinkes itu ke provinsi pengajuannya,” pungkasnya. (fit)