Kasus Dugaan Penggelapan dan Penipuan Libatkan Oknum DPRD Terus Berjalan

Lumajang, Motim - Perkara dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan yang melibatkan oknum anggota DPRD Lumajang berinisial TR terus diproses oleh pihak Polres Lumajang. Pelapor berinisial RF dan sejumlah saksi pun sudah dipanggil ke Polres Lumajang untuk dimintai keterangan.

Kuasa hukum pelapor dari Tim Firma Hukum Api Sadarkum, Dummy Hidayat, SH. menyampaikan, salahsatu saksi yang sudah diperiksa adalah berinisial YL, istri dari salahsatu korban. Menurut Dummy, saksi tersebut dimintai keterangan terkait uang Rp 20 juta yang diberikan kepada pihak terlapor berinisial PA dan kawan-kawan.

“Terkait uang yang masuk Rp 20 juta. Proses terjadinya uang masuk Rp 20 juta itu ke mana saja, ke siapa saja. Dugaan sementara dia menyerahkan kepada mereka bertiga (PA, JU, dan TR) itu,” ucapnya, Selasa (21/7/2020).

Ia menambahkan, dalam proses penanganan perkara ini, pihaknya bersyukur dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. “Alhamdulillah telah dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan yang baik dan benar. Alhamdulillah klien saya juga sudah diperiksa,” ujarnya.

Kemudian selanjutnya, kata Dummy, kliennya juga akan dipanggil kembali untuk memberikan keterangan lebih lanjut pada Polres Lumajang. “Atas kebenaran peristiwa ini, sesuai gak dengan tindak pidana yang kita laporkan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan penggelapan dan penipuan ini berkaitan dengan perkara dugaan pencurian udang di PT Bumi Subur. Sejumlah saksi dalam perkara itu diduga dimintai uang agar tidak dipanggil oleh pihak kepolisian.

Awalnya, RF mengadu ke Polres Lumajang terkait dugaan pemerasan oleh oknum anggota DPRD Lumajang TR beserta PA dan JU. Namun hasil kajian di Polres Lumajang, kemudian menjadi laporan perkara dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan uang (pasal 372 dan 378 KUHP). (cho/fit)