Kuasa Hukum TR Sebut Kliennya Tak Pegang Titipan Aset dari AM

Juga Sebut TR Tak Terlibat Dugaan Pemerasan

Lumajang, Motim - Pihak dari anggota DPRD Lumajang berinisial TR yang digugat di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, akhirnya angkat bicara. Melalui kuasa hukumnya, Suryadi, SH menyebut kliennya tak memegang titipan sejumlah aset maupun uang dari AM dalam perkara dugaan pencurian udang di PT Bumi Subur. Sebagai ganti rugi yang harus dibayar oleh AM atas kerugian perusahaan di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun itu.


“Saya rasa, untuk titipan sampai saat ini TR tidak ada pegang,” kata Suryadi pada sejumlah wartawan saat ditemui di Polres Lumajang, Jumat (10/7).

Ditanya apakah TR pernah menerima titipan itu, dirinya masih belum berani menjawab. “Gak berani saya mengatakan pernah atau tidak. Karena belum pernah melihat surat kesepakatan yang di Polres itu. Siapa menerima, siapa yang meyerahkan, barang apa yang diserahkan”.

Kemudian terkait pengakuan Direktur PT Bumi Subur yang menerima aset titipan itu dari TR, kemudian dititipkan lagi ke Polres, Suryadi juga tak berani menjawab hal itu. “Kalau masalah itu, saya masih belum berkomentar,” ujarnya.

Sedangkan soal somasi dari kuasa hukum AM yang dilayangkan pada TR, Suryadi menegaskan, pihaknya sudah menjawab. Ia akan meminta data detail terkiat aset yang dimaksud dalam somasi tersebut.

“Dalam somasi itu klien kita dianggap menerima mobil Yaris, saya bilang Yaris yang mana, warnanya apa, momor polisi berapa, nomor rangkanya, nomor mesin, BPKP atas nama siapa, kan gak jelas,” ucapnya.

“Kemudian masalah sertifikat, sertifikat luas tanahnya berapa, letaknya dimana, sertifikat atas nama siapa. Jadi kita pertanyakan itu,” lanjutnya.

“Secara eksplisit, klien saya menyatakan bahwa barang-barang seperti Yaris, sertifikat tanah, dia gak ada pegang,” tambahnya.

Ditanya lagi terkait dugaan keterlibatan TR dalam perkara dugaan pemerasan yang dilaporkan ke Polres Lumajang, Suryadi juga menyebut jika kliennya tidak merasa memeras seseorang.

“Tuduhan dugaan pemerasan ya, klien kita tidak ada merasa memeras seseorang. Pengakuannya seperti itu. Yang diperas itu siapa, yang memeras siapa, dia tidak tahu. Tidak pernah melakukan hal seperti itu,” tegasnya.

Pihaknya pun siap menghadapi laporan tersebut sesuai dengan aturan dan hukum berlaku. “Dia tidak merasa melakukan pemerasan seperti yang dituduhkan, tidak ada, mangkanya silahkan mereka melapor. Ya kita hadapi sesuai aturan yang berlaku. Kalau yang dituduh tak terbukti, kita bisa tuntut balik,” punkasnya. (cho/fit)