Modus Beli Motor Malah Dibawa Kabur

Lumajang, Motim - Di tengah pandemi Covid-19 pelaku kejahatan masih saja nekat melakukan aksinya. Akibatnya, belum menikmati hasil kejahatannya babak belur dihakimi massa.
Pelaku saat diamankan di kantor Desa Kebonagung
Pelaku saat diamankan di kantor Desa Kebonagung
ES (36), warga Dusun Krajan, Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, ditangkap massa di wilayah Desa Kebon Agung, Kecamatan Sukodono.

Gara-garanya ES berusaha membawa kabur sepeda motor milik Fendik, warga Dusun Kardangan, Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, pada Sabtu (3/7/2020) siang.

Fendik kepada wartawan mengatakan awalnya pria yang dikenal melalui WhatsApp mengaku hendak membeli sepeda motor miliknya saat berada di sekitar pasar baru Lumajang.

Usai melihat-lihat sepeda motor, pelaku mencoba sepeda motor. Curiga, apalagi orang yang hendak membeli sepeda motornya baru dikenalnya, dirinya membuntuti dari belakang. Melihat laju motor yang dikendarai pelaku semakin kencang, dirinya mengejarnya.

Saat berjalan iring-iringan, dirinya berkata pada pelaku, kalau tidak mau membeli sepeda motor miliknya, jangan membawa lari. Masak mencoba sepeda motor dari pasar baru Lumajang sampai ke Desa Kebonagung. Ayo buka maskernya.

“Begitu saya suruh membuka masker, orang itu lari alias kabur. Dibantu warga akhirnya pelaku ditangkap rame-rame. Oleh warga kemudian dibawa ke kantor Desa Kebonagung,” tutur Fendik.

Kapolsek Sukodono, AKP Ahmad Sutyo, SH saat dikonfirmasi Memo Timur via teleponnya membenarkan jika Polsek Sukodono menerima penyerahan pelaku pencurian sepeda motor dari warga Desa Kebonagung.

Setelah diinterogasi ternyata lokasi kejahatannya ikut wilayah hukum Polsek Lumajang Kota. Pihaknya pun terus menghubungi Polsek Lumajang Kota.

“Saat kami interogasi, pelaku mengaku sudah beraksi dua kali di wilayah kota Mas,” kata Kapolsek Sukodono.

Terpisah, Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Darmanto menyampaikan pelaku merupakan warga Desa/ Kecamatan Ranuyoso dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan penyidik Reskrim.

“Sepak terjang pelaku tetap kami kembangkan, siapa tahu ada lokasi lain,” tegasnya. (cho)