Ops Sikat Semeru 2020 Tim Kuro Ungkap 4 Kasus 7 Pelaku

Lumajang, Motim - Polres Lumajang menggelar konferensi pers hasil Ops Sikat Semeru 2020 yang dimulai dari 6 sampai dengan 17 Juli 2020 bertempat di loby Polres Lumajang pada Selasa (21/7/2020), siang.

Kapolres Lumajang, AKBP Deddy Foury Millewa, SH, S.IK, M.IK kepada sejumlah media menyampaikan sasaran Ops Sikat Semeru 2020 adalah pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian sepeda motor, pemerasan, street crime dan penyalahgunaan senjata tajam, senjata api termasuk bahan peledak yang meresahkan masyarakat.

Selama Ops Sikat Semeru berlangsung, Tim Kuro yang baru dibentuk berhasil mengungkap sejumlah kasus, diantaranya kasus pencurian dengan kekerasan Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian yang terjadi pada April 2020 dengan 2 pelaku.

Kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah Desa/Kecamatan Rowokangkung yang terjadi pada 9 Desember 2018 juga berhasil diungkap dengan menangkap 2 pelaku. Tim Kuro juga berhasil mengungkap kasus yang sama yang terjadi di jembatan sungai kali Mujur pada 17 November 2017 dan tersangkanya berjumlah 1 pelaku.

"Pelaku yang ditangkap ada yang residivis ada pula yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Lumajang," tuturnya.

Terakhir kata Kapolres Deddy, Tim Kuro berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan bahan peledak di wilayah hukum Polsek Randuagung, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung.

Selain mengamankan Sutar dan Sunarto, warga setempat juga mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya 17 buah selongsong petasan ledak ukuran kecil, 1 buah selongsong petasan ledak ukuran sedang, 328 buah selongsong petasan ledak ukuran sedang, 11 ikat sumbu petasan, 3 buah bungkus bahan peledak berat masing-masing 2,5 kg dan seperangkat alat pembuatan petasan.

"Kedua pelaku sudah kami amankan di rumah tahanan Polres Lumajang guna mempermudah proses pemeriksaan," ujarnya.

Awalnya, penyalahgunaan bahan peledak diungkap oleh Sat Intel kemudian didalami oleh Sat Reskrim dan bergeraklah Tim Kuro dan berhasil mengamankan Sutar berikut barang bahan peledak.

Setelah dilakukan pemeriksaan diperoleh keterangan bahwa bahan peledak itu dibeli dari Sunarto. Tanpa menunggu waktu Tim Kuro pun bergerak cepat mencari keberadaan Sunarto dan berhasil diamankan berikut BB sisa bahan peledak yang telah dijual.

Saat diinterogasi Sunarto mengakui perbuatannya. Sunarto juga mengaku sebagian bahan peledak itu juga dijual kepada dua orang lain berinisial Nga dan Amb saat ini masih diburu.

"Perbuatan pelaku dijerat pasal 1 UURI No 12 Tahun 1951," tegas AKBP Deddy Foury Millewa.(cho)