Petrokimia Semprotkan Pupuk Organik Cair di 30 Hektare Lahan Pertanian Lumajang

Penyemprotan pupuk organik cair secara massal di lahan pertanian Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. (fit)
Lumajang, Motim - Petrokimia Gresik menggelar penyemprotan pupuk organik cair secara massal di lahan pertanian Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jumat (24/7) pagi. Total ada 30 hektare lahan padi yang disemprot pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca.

Puluhan petani setempat dari Poktan Gempol Makmur dilibatkan dalam kegiatan ini. Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih yang hadir, terlihat ikut melakukan penyemprotan.

Digna menyampaikan, penggunaan Phonska Oca merupakan upaya pihaknya dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Serta meningkatkan produktifitas sekaligus perbaikan tanah. Selain Lumajang, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah daerah lainnya.

"Ini adalah komplemen dari pupuk organik yang saat ini ada. Jadi pupuk organik cair ini diperkaya dengan mikroba-mikroba yang sangat dibutuhkan oleh tanaman," ucapnya pada media.

"Ini juga merupakan salahsatu komitmen bahwa Petrokimia Gresik adalah menuju bukan hanya sebagai produsen dan menjual pupuk, tapi kita adalah solusi. Kita selalu mendampingi kebutuhan-kebutuhan petani untuk ketahanan pangan," lanjutnya.

Kenapa Lumajang dipilih menjadi salahsatu tempat penyemprotan massal ini, menurut Digna, Lumajang termasuk sentra pertanian. Serta memiliki komitmen tinggi untuk mengembangkan pertanian organik.

"Pupuk organik ini juga untuk memperbaiki struktur tanah dan sangat cocok untuk pertanian berkelanjutan," pungkasnya.

Sementara Bupati Lumajang Thoriqul Haq menegaskan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah agar lahan pertanian tetap produktif. "Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) kita optimalkan, tapi pupuknya kita siapkan sebagai bagian dari usaha agar pertanian di Lumajang ini lebih produktif lagi," ucapnya.

Apalagi kata dia, seperti di Desa Karangsari, kualitas lahannya sangat bagus. Karena didukung dengan pasokan air yang sangat mencukupi. "Sehingga sangat dimungkinkan tanam padi itu, tiga kali panen dlaam setahun," ungkapnya.

Thoriq berharap, pola tersebut bisa dioptimalkan dan dilakukan di lahan-lahan lainnya. "Saya yakin ini menjadi pertanian yang punya nilai tambah. Kita berharap Lumajang menjadi lumbung padi nasional dengan produktifitas nyata yang dilakukan oleh masyarakat Lumajang, petani Lumajang," tutupnya.

Kepala Desa Karangsari Sugiantoro pun bangga dipilihnya lahan pertanian di desanya sebagai kegiatan penyemprotan pupuk organik cair secara massal ini. Karena menurutnya memang sudah banyak yang mengakui, jika lahan pertanian di Desa Karangsari kualitasnya sangat bagus.

"Memang Desa Karangsari terkenal dengan lahan pertanian yang bagus," ujarnya. (fit)