Selain Covid-19, Masyarakat Harus Mewaspadai DBD

Lumajang, Motim - Selain Covid-19, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah pandemi Covid-19, dengan mengontrol kebersihan lingkungan di persekitaran tempat tinggal masing-masing.
Kepala Dinas Kesehatan Lumajang dr. Bayu
Kepala Dinas Kesehatan Lumajang dr. Bayu
“Di tengah pandemi seperti saat ini, selain kita mencegah agar tidak tertular Covid-19, kita juga harus mewaspadai DBD. Sebab, ada beberapa daerah yang kasusnya menonjol dari tahun ke tahun,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr. Bayu Wibowo, Kamis (9/7/2020).

Ia juga menyampaikan, bahwa sesuai data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan, untuk angka kasus DBD di Lumajang sampai Juni 2020, tercatat sekitar 131 kasus. Namun dari angka tersebut, wilayah yang kasusnya dinilai menonjol, yakni Kecamatan Lumajang, tepatnya Kelurahan Rogotrunan, sejumlah 13 kasus, Kecamatan Sukodono 12 Kasus, Kecamatan Senduro 11 Kasus dan 11 kasus lagi di Kecamatan Klakah.

“Jadi selebihnya baik satu, dua hingga lima kasus berada di kecamatan lainnya, kecuali wilayah Kecamatan Tempursari dan Ranuyoso. Sementara yang menonjol yaitu Kecamatan Lumajang, Sukodono, Senduro dan Klakah,” kata dia.

Selain itu, disampaikan dr. Bayu, sementara untuk angka kematian akibat DBD tercatat sejumlah dua orang, yakni warga asal Kecamatan Pasirian dan Tekung. Dirinya menilai, bahwa status angka kasus DBD di Kabupaten Lumajang masih dalam batas normal. Artinya, tidak ada perbedaan yang signifikan/belum masuk dalam kejadian kasus yang luar biasa.

“Saat ini stastus Lumajang dalam batas normal dan bukan masuk dalam kriteria luar biasa,” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa untuk mencegah atau menangani ancaman DBD, masyarakat juga diminta untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekitar tempat tinggal, serta tidak membiarkan genangan air yang bisa menjadi perindukan nyamuk Aedes aegypti sebagai faktor munculnya DBD. (fit)