Tokoh Masyarakat Klakah: Polisi Harus Usut Tuntas Kasus yang Menimpa Pelajar SMK

Lumajang, Motim - Kasus dugaan kekerasan dan pemerkosaan terhadap seorang pelajar SMK Klakah berinisial DY, warga Desa Mlawang, Kecamatan Klakah yang kini sudah diadukan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang mendapat sorotan dari sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Klakah.
Foto Erna pegiat sosial
Foto Erna pegiat sosial
Salah satu pegiat sosial, Erna kepada Memo Timur menuturkan kasus yang menimpa pelajar SMK itu harus mendapat penanganan serius dari kepolisian Polres Lumajang. Tak hanya itu, polisi juga harus mengusut tuntas hingga kejadian itu terungkap dengan sebenarnya.

Dan para pelakunya tentu harus diproses hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga ada efek jera bagi para pelaku.

“Jika diproses hukum mungkin yang diluar sana yang akan melakukan perbuatan seperti ini menjadi takut. Polisi juga harus mengungkap soal pil yang diduga obat keras berbahaya, juga karena merusak aset bangsa alias penerus bangsa,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Salehan. Menurutnya, perbuatan para pelaku sungguh keji dan tidak berkeprimanusiaan dan harus diproses hukum.

Dirinya bersama masyarakat Klakah kata Salehan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada Polres Lumajang demi tegaknya hukum, sehingga keadilan bisa dirasakan oleh DY selaku korban.

“Coba lihat kondisi DY saat ini, kasihan juga bagaimana dengan masa depannya. Makanya kami bersama masyarakat Klakah berharap kepada kuasa hukumnya agar bekerja keras supaya DY mendapat keadilan yang seadil-adilnya,” tegas Salehan.
Tokoh Masyarakat, Salehan
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Masykur, SH belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan kasus kekerasan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang mendadak geger setelah menemukan seorang gadis dalam kondisi tidak sadarkan diri di sekitar wisata sumber Mrutu, pada Senin (29/6), sekira pukul 17.30 WIB.

Melihat kondisi yang cukup memprihatinkan itu, beberapa saat kemudian setelah siuman salah satu warga setempat menanyakan nama dan alamat rumahnya. Ternyata gadis tersebut mengaku DY alamat Kecamatan Klakah. (cho)