Wisata Hutan Bambu Sumber Mujur Dibuka Kembali

Wisata Alam Hutan Bambu Desa Sumber Mujur Kecamatan Candipuro. (*)
Lumajang, Motim – Destinasi wisata alam Hutan Bambu di Desa Sumber Mujur Kecamatan Candipuro mulai dibuka kembali. Wisata tersebut sempat ditutup beberapa bulan mengikuti kebijakan pemerintah, dampak Covid-19.

Sebelum dibuka, semua area di sana sudah dibersihkan terlebih dahulu oleh anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa setempat. Seperti diketahui, Pokdarwis Desa Sumber Mujur juga tergabung dalam Heppiii Community Lumajang.

Dibukanya Wisata Hutan Bambu tentunya dengan syarat menerapkan protokol kesehatan. Pengelola wisata maupun pengunjung harus benar-benar mengikuti protokol yang sudah ditentukan. Misalnya wajib memakai masker dan jaga jarak.

“Efektifnya baru seminggu ini, karena seminggu pertama kami gunakan untuk bersih-bersih lokasi wisata,” kata Bendahara Pokdakwis Sumber Mujur Rudi Mulyono yang juga Kepala Dusun Umbul Sari.

Dalam pengelolaan wisata ini, warga setempat yang tergabung dalam Heppiii Community ikut diberdayakan. “Hari biasa ada 12 orang yang bekerja, sementara hari Minggu dan hari besar sampai 40-60 orang," urainya.

Wisatawan yang akan masuk ke Wisata Bambu juga tak perlu mengeluarkan uang besar. Karena harga tiket masuk sangatlah terjangkau. Yakni untuk dewasa Rp 5 ribu dan anak-anak Rp 3 ribu. Untuk parkir sepeda motor Rp ribu dan mobil Rp 5 ribu.

Menurut Rudi, jumah wisatawan yang berkunjung sebelum adanya Corona sudah cukup tinggi. Bisa lebih dari 10 ribu orang dalam sehari. “Jumlah pengunjung tergantung hari. Sebelum ada corona setiap hari bisa sampai 12 ribuan wisatawan,” katanya.

Ia mengatakan, wisatawan yang datang tak hanya dari Lumajang saja. Namun juga banyak dari daerah sekitar. Seperti Probolinggo, Banyuwangi, Jember, Pasuruan, juga Malang.

Sekadar diketahui, Wisata Hutan Bambu mulai dirintis pada 2014 dan semakin dikenal di Jawa Timur. Tempat ini bahkan pernah dipakai syuting film "Perempuan Tanah Jahanam".

Daya tarik utama wisata ini tentunya pemandangan ribuan bambu yang asri. Kemudian wisatawan juga bisa melihat banyaknya kera yang hidup di hutan bambu tersebut. “Pengunjung bisa berinteraksi dengan kera, seperti memberikan makan,” imbuhnya.

Kawasan wisata ini semakin lengkap berkat adanya sumber air abadi. Sumber air yang juga menjadi konsumsi masyarakat dan mengairi area pertanian ini sangat jernih dan bersih. Adanya sumber air itulah kemudian dibangun kolam renang bagi pengunjung.

“Setiap pengunjung yang datang pasti akan rindu dengan keindahan hutan bambu dan permainan air di sini. Alam yang indah inilah yang terus kami rawat untuk kesejahteraan warga," pungkasnya. (fit)