Diduga Gelapkan Sertifikat, Notaris LI Ditahan Penyidik Kejari

Diduga Gelapkan Sertifikat, Notaris LI Ditahan Penyidik Kejari
Lumajang, Motim - Notaris LI berurusan dengan polisi. Betapa tidak, beberapa waktu lalu Notaris LI dilaporkan ke Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang oleh Tukijo, warga Kabupaten Nganjuk atas dugaan penggelapan sertifikat tanahnya yang terletak di wilayah Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh.

Informasinya, akhir pekan kemarin berkas perkaranya oleh penyidik Sat Reskrim Polres Lumajang telah dilimpahkan ke penyidik Kejaksaan Negeri Lumajang dan dinyatakan sudah lengkap alias P21.

Dan penyidik Kejaksaan Negeri Lumajang terus melakukan penahanan terhadap Notaris LI.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lumajang, Arie Candra DN, SH., saat dikonfirmasi Memo Timur membenarkan jika berkas perkara Notaris LI sudah P21 dan bersangkutan sudah ditahan.

"Notaris LI sudah menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Lumajang. Saat ini dititipkan di rumah tahanan Polres Lumajang," ungkapnya.

Menurut Kasi Pidum, awal dari perkara ini, pelapor ingin menjual tanahnya yang terletak di wilayah Desa Jokarto dan kala itu datang terlapor dengan beberapa temannya untuk membeli tanahnya tersebut.

Setelah sertifikat diserahkan ke terlapor dengan kesepakatan harga Rp. 400.000.000 (Empat Ratus Juta Rupiah) dan membayar tanda jadi atau persekot sebesar Rp. 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah).

Karena ditunggu tak kunjung ada pelunasan sesuai kekurangannya sebesar Rp. 300.000.000 (Tiga Ratus Juta Rupiah), apalagi tanah tersebut diketahui sudah dalam penguasaan orang lain, Tukijo kemudian mencari keadilan melaporkan Notaris LI ke Polres Lumajang. "Segera untuk disidangkan," tegas Kasi Pidum.(cho)