Fenomena ‘Koyo’, Ribuan Ikan di Ranu Klakah Mabuk

Lumajang, Motim - Fenomena koyo kembali terjadi di Ranu Klakah. Akibatnya, diperkirakan ribuan ikan di ranu yang berada di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah itu mabuk dan mengambang di permukaan danau.
Fenomena ‘Koyo’, Ribuan Ikan di Ranu Klakah Mabuk
Warga menangkap ikan yang mabuk di Ranu Klakah

Penyebab adanya fenomena ini diduga karena cuaca. Sebab angin kencang dan suhu dingin terjadi di wilayah Ranu Klakah akhir-akhir ini.

“Setelah kandungan belerang di dasar danau naik, akibat angin kencang selama beberapa hari dan suhu dingin, akibatnya ikan-ikan di dalam danau mabuk karena kekurangan oksigen,” Awal, salahsatu warga.

Warga setempat pun menangkapi ikan yang mabuk tersebut dengan alat tardisional. “Warga banyak datang dengan membawa berbagai macam alat menangkap ikan. Ada juga yang menangkap ikan dengan menaiki getek atau perahu kecil yang terbuat dari bambu,” ucapnya.

Salah satu alat yang banyak digunakan warga untuk menagkap ikan ialah busur penangkap ikan serta jaring. Tak membutuhkan waktu lama, warga yang ini berhasil menangkap ikan-ikan mabuk tersebut.

Akibat peristiwa ini, harga ikan di sana pun menurun. Seperti harga ikan mujaer, sebelumnya harganya Rp 35 ribu perkilogram. Kini harganya Rp 25 ribu perkilogram. Akibatnya, pemilik karamba ikan mengalami kerugian.

“Ruginya bisa jutaan kalau ada koyo ini,” kata Junaidi, salahsatu penjual ikan.

Diperkirakan mabuknya ikan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Pasalnya cuaca dingin dan angin kencang terus terjadi di sekitaran ranu. Jika ini terus terjadi, semua ikan di Ranu Klakah terancam mati. (fit)