PDAM Sebut Debit Ranu Bedali jadi Penyebab Tak Maksimalnya Penyaluran Air

PDAM Sebut Debit Ranu Bedali jadi Penyebab Tak Maksimalnya Penyaluran Air
Lumajang, Motim - Pelanggan PDAM di Kecamatan Klakah, khusunya di Desa Mlawang dan Desa Tegalciut sempat mengeluh langsung pada Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, karena aliran air PDAM yang kerap mati.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Lumajang, Lukman Hakim menyampaikan, penyebab tidak lancarnya aliran air di dua desa tersebut, karena sumber air, Ranu Bedali yang menurun debitnya.

“Ini permasalahannya debit air di situ turun, sehingga 2 unit ini tidak maksimal,” ujarnya, Senin (24/8).

Penyaluran air pun juga harus dilakukan secara bergilir. Sehingga terkadang sekitar jam 12 malam, baru air mengalir di rumah warga. “Karena pipa di hilir itu kosong, ngisi dulu dari Ranu Bedali, sehingga butuh proses panjang, baru malam air sampai di rumah warga,” ucapnya. Tak jarang pula ada rumah pelanggan yang mendapat aliran yang sedikit.

Salahsatu solusi untuk mengatasi hal ini, PDAM melakukan droping air bersih ke pelanggan yang kekurangan air tersebut. Droping air bersih itu sudah dilakukan sejak 8 bulan yang lalu. Dalam sebulan bisa sampai 8 kali droping.

PDAM pun berencana menambahi volume droping air di kawasan tersebut. “Kita tambahi volumenya untuk pelanggan, jika selama ini sebulan 8 kali, akan kita tambahi,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemetaan di mana saja rumah pelanggan yang tidak teraliri atau kekurangan pasokan air. “Termasuk mana pelanggan yang mau berhenti, ini kita petakan,” ujar Lukman.

PDAM juga akan melakukan kajian, terkait pengadaan sumur bor di kawasan yang sulit dijangkau oleh saluran PDAM. “Ada kajian-kajian, perlu gak pengadaan sumur bor, kita kaji,” pungkasnya. (fit)