Taman Anggrek Bisa jadi Ekowisata di Lumajang

Taman Anggrek Bisa jadi Ekowisata di Lumajang
Lumajang, Motim - Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati mulai menginventarisasi beberapa jenis anggrek yang nantinya akan ditanam di Taman Anggrek, Bumi Perkemahan Glagah Arum, Kandang Tepus, Kecamatan Senduro.

Wabup sudah berkeliling untuk melihat berbagai jenis tanaman anggrek di berbagai lokasi budidaya anggrek. Ada yang menarik perhatian Wabup saat itu. Yakni jenis tanaman anggrek yang sangat kecil yang diklaim sebagai tanaman anggrek terkecil di Indonesia. Bunganya hanya ukuran milimeter. Itulah Anggrek Mini atau yang biasa juga disebut Anggrek Hantu karena memang tidak terlihat mata jika tidak benar-benar diamati secara jelas.

Indah mengatakan, nantinya Taman Anggrek Glagah Arum akan dipenuhi oleh tanaman anggrek endemik semeru dan beberapa jenis anggrek lainnya yang bisa dijadikan ekowisata. Ia berharap nantinya keberadaan taman anggrek selain untuk menarik wisatawan, juga untuk kepentingan edukasi dan penelitian tumbuhan.

Rencana pembangunan taman anggrek di Bumi Perkemahan Gelagah Arum mendapatkan respon yang baik dari pecinta dan pembudidaya anggrek. Ada beberapa pecinta anggrek yang menyumbangkan sebagian koleksinya untuk ditanam di Glagah Arum.

"Nanti yang anggrek dari masyarakat akan kita kasih nama dari yang menyumbangkan dan dikasih nama anggrek dari jenis apa," ujarnya. Wabup menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat dalam pembangunan taman anggrek tersebut. (fit)