Tersangka Penganiayaan Tak Ditahan, Korban Mengaku Keheranan

Tersangka Penganiayaan Tak Ditahan, Korban Mengaku Keheranan
Lumajang, Motim - Korban penganiayaan di Desa Munder, Kecamatan Yosowilangun, berinisial MS (53) dibuat bertanya, kenapa pelaku berinisial MT (65) yang juga warga setempat, tidak ditahan. Padahal pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Korban menanyakan hal itu, karena menurutnya, tersangka seharusnya sudah ditahan oleh pihak berwajib.
“Saya meminta kepihak yang berwajib orang ini harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya pada media.

Kasus penganiayaan itu sendiri terjadi pada tahun lalu. Kemudian dilaporkan ke Polsek Yosowilangun dan terbit LP pada 20 Agustus 2019. Namun proses penyidikan kasus tersebut cukup lama.

Sesuai Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan yang diterima korban, baru pada 28 Juli 2020 berkas perkara (tahap 1) dikirim ke Kejaksaan Negeri Lumajang. Kemudian menunggu hasil penelitian yang dilakukan jaksa penuntut umum.

Salahsatu warga setempat yang mendampingi korban, mengaku sudah menayakan hal ini pada pihak polisi. Ia menyebut, pelaku sudah ditetapkan tersangka sekitar sebulan yang lalu. Menurutnya, ada 3 pertimbangan dari pihak kepolisian kenapa tersangka tidak ditahan.

Pertama, kata dia, kapolsek dimintai tolong oleh keluarga pelaku yang menjamin jika tersangka tidak akan kabur.
"Pertimbangan kedua, tersangka sudah berusia lanjut, sudah 65 tahun. Kemudian pertimbangan yang ketiga, menurut pihak polisi, tersangka sudah kooperatif. Sehingga tidak ditahan,” ucapnya.

Sementara Kapolsek Yosowilangun Iptu Harianto, ketika dikonfirmasi terkait ini, menuturkan kasus penganiayaan itu terjadi saat Kapolsek lama dan kasus itu sudah ditangani oleh penyidik Unit Reskrim. Namun penanganan kasus belum selesai, Kapolsek lama pindah tugas menjadi Kapolsek Rowokangkung dan dirinya sebagai penggantinya.

"Proses penangan kasus itu langsung kami tangani dan alhamdulillah sebulan kemudian sudah bisa menetapkan sebagai tersangka," ucapnya.

Dirasa berkas perkara kasus itu sudah lengkap, tak lama kemudian dilimpahkan ke penyidik Kejaksaan Negeri Lumajang. Namun beberapa hari kemudian berkas tersebut oleh penyidik Kejari dikembalikan, informasinya ada beberapa hal yang harus dilengkapi.

"Minggu depan kami memanggil beberapa orang termasuk saksi untuk dimintai keterangan tambahan," ungkapnya.

Saat ditanya kenapa pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tidak ditahan Kapolsek Yosowilangun menyampaikan, ada beberapa pertimbangan pihaknya tidak melakukan penahanan. Antara lain selama proses penanganan kasus ini dilakukan pelaku dinilai sangat kooperatif.

Selain itu pelaku sudah terbilang sudah lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit darah tinggi dikhawatirkan apabila dilakukan proses penahanan penyakitnya kambuh hingga menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Apalagi, keluarganya memberikan jaminan bahwa pelaku tidak akan melarikan diri. "Kami sempat dilaporkan ke Propam Polres Lumajang dan sudah kami jelaskan semua. Termasuk alasan tidak melakukan penahanan kepada bersangkutan," pungkasnya.(fit/cho)