Warga Kecamatan Klakah Keluhkan Aliran PDAM yang Kerap Mati

Warga Kecamatan Klakah Keluhkan Aliran PDAM yang Kerap Mati
Lumajang, Motim - Warga Kecamatan Klakah, khusunya di Desa Mlawang dan Desa Tegalciut keluhkan aliran PDAM yang kerap mati. Hal itu disampaikan warga pada Bupati Thoriqul Haq saat meninjau persoalan air bersih di dua desa tersebut.

Masyarakat mengaku resah karena kerap kali air tidak mengalir. Sedangkan masyarakat harus membayar tagihan air setiap bulannya. Kondisi seperti itu sudah dialami masyarakat di Desa Mlawang dan Desa Tegalciut lebih dari satu tahun.

Menanggapi hal itu, Bupati Lumajang mengatakan, persoalan tersebut akan menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang dan PDAM. Kemudian akan melakukan perbaikan dan akan segera mengkoordinasikan dengan pihak terkait.

"Seharian ini, Saya keliling ke Desa Mlawang dan Desa Tegalciut untuk memastikan dan mengkonsolidasikan kebutuhan air antara satu tempat dengan tempat lain yang sampai saat ini belum sambung," ungkapnya.

Ia juga mendapati adanya beberapa sumur bor yang memungkinkan untuk dipastikan airnya bisa dialirkan ke masyarakat yang berada di sekitarnya. Namun, di Desa Mlawang terdapat masalah karena adanya rel kereta api, sehingga pipa air tidak bisa sampai ke masyarakat yang berada di seberang rel kereta api.

"Itulah problem yang ada di lapangan, di sisi yang lain memang ada beberapa sumber air melalui sumur bor yang memang harus dikonsolidasi, supaya lebih bisa memberikan akses air kepada masyarakat yang lebih luas," tambahnya.

Bupati juga berkeinginan program Pamsimas agar secepatnya dapat direalisasikan, sehingga harapannya ke depan, kebutuhan air bersih di wilayah yang mengalami krisis air saat musim kemarau dapat terpenuhi dengan baik. (fit)