Pendemo Tolak Temui Asisten



Lumajang, Motim - Aksi damai mahasiswa pertanyakan kinerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lumajang selama 2 tahun ini. Selama ini Bupati dan Wakil Bupati dinilai hanya sibuk cari popularitas di media sosial.

Kelompok mahasiswa yang mengaku sebagai aliansi Poros Suwandak, yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Komunitas Pemuda Peduli Lumajang (KP2L), Lumajang Progresif (LP) dan lain-lain, melakukan aksinya di depan kantor Bupati Lumajang dari pagi hingga pukul 12.30 WIB, Senin (14/9/20).

Dalam pantauan Memo Timur, aksi mahasiswa kali ini sempat memanas. Beberapa mahasiswa memaksa untuk masuk ke halaman pemkab hingga terjadilah aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang berjaga di bagian depan gerbang. Sedangkan pihak dari Satpol PP berjaga di bagian dalam gerbang.

Tidak lama kemudian, perwakilan dari pemerintah daerah Kabupaten Lumajang berusaha menemui para mahasiswa. Yang kali ini diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Imam Suryadi. Namun sayang, para mahasiswa merasa tidak puas dan menolak. "Kita mau Bupati!", teriak mahasiswa dengan lantang.

Selama menunggu kedatangan Bupati dan atau Wakil Bupati, para mahasiswa menggelar drama teatrikal yang menceritakan tentang kegiatan sosial yang disorot kamera. Dan mahasiswa lain membacakan puisi "Kau ini Bagaimana" dengan antusias.

Setelah menjelang waktu sholat Duhur, mereka masih terus menunggu di depan kantor Bupati, bahkan mereka menggelar sholat Duhur di tengah jalan, di bawah teriknya siang yang menyengat.

Hingga akhirnya Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati datang menemui para mahasiswa dan terjadilah dialog panjang, kurang lebih 30 menit. Setelah puas dengan jawaban Indah, para mahasiswa pun akhirnya membubarkan diri. (rus)