APTI Lumajang Harus Jaga Kemitraan dengan Perusahaan Tembakau

Temu Lapang Pasca Panen dengan Kelompok Tani Tembakau. (*) 
Lumajang, Motim - Bupati Lumajang Thoriqul Haq meminta Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APRI) Lumajang bisa menjaga kemitraan dengan perusahaan tembakau. Hal ini untuk memastikan kejejahteraan petani tembakau di Lumajang terjamin.

"Saya minta APTI Asosiasi Petani Tembakau Indonesia yang ada di Lumajang untuk mengkonsolidasi petani supaya mekanisme kemitraannya tetap terjaga," katanya saat Temu Lapang Pasca Panen dengan Kelompok Tani Tembakau di Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Selasa (22/9.

Menurut bupati, dengan adanya kemitraan, petani juga dapat memaksimalkan produktivitas. Sehingga tidak terbebani meskipun sektor ini mengalami pelemahan akibat pandemi. Ia pun berharap dengan adanya jaminan pasca panen tidak menghambat pendapatan dan kesejahteraan para petani tembakau.

"Saya ingin memastikan bahwa petani tembakau yang ada di Kabupaten Lumajang ini sambung dengan kemitraan, artinya terjamin pasca panennya, produksi pertaniannya sambung dengan siapa yang beli," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Karyadi mengungkapkan, tembakau Lumajang menjadi salah satu andalan dari produksi tembakau di Jawa Timur. "Komoditi tembakau merupakan komoditi strategis, kita terus berupaya untuk meningkatkan produksi tembakau," ujarnya.

Ia menambahkan, tembakau Jawa Timur berkontribusi paling tinggi secara nasional. Ia menjelaskan bahwa total ada 141 hektar lahan tembakau yang mampu menghasilkan 132 ribu ton tiap tahun atau menyumbang 72 persen secara nasional. (fit)