Budidaya Jamur Tiram di Gucialit Sudah Berjalan 10 Tahun

Budidaya jamur tiram. (*)
Lumajang, Motim - Ada pembudidaya jamur tiram di Desa/Kecamatan Gucialit yang terbilang sukses menjalankan usahanya. Fifit, telah menjalankan budidaya jamur titam sejak 10 tahun lalu dan masih bertahan hingga saat ini.

Kini pria tersebut telah memiliki kurang lebih 10.000 baglog (media tempat tumbuhnya jamur) yang siap panen dalam kurun waktu 4 bulan. Dirinya membagi baglog-baglog itu dalam 2 lumbung miliknya untuk memudahkan perawatannya.

Budidaya yang dijalankannya itu juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tinggal di sekitar sana. Pasalnya, Fifit melibatkan ibu-ibu untuk bekerja dalam usahanya tersebut. "Awalnya juga saya mulai dari sedikit baglog, semakin kesini ya Alhamdulillah mulai berkembang sampai dibantu beberapa tetangga," ujarnya.

Ia menjelaskan, ada dua jenis jamur yang dibudidayakan, yaitu jamur tiram putih dan jamur tiram coklat. Menurutnya, masing-masing jamur memiliki cita rasa yang berbeda. Jamur tiram coklat memiliki kualitas yang bagus dengan kadar air yang lebih sedikit, harganya juga relatif lebih mahal.

Dalam sehari saat musim panen, Fifit bisa memenuhi permintaan pasar hingga 40 kilogram. Ia mengaku selain menjualnya sendiri, ada beberapa penjual sayur atau mlijo yang mengambil jamur miliknya. “Saya bersyukur hasil usaha saat ini bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan membantu perekonomian masyarakat,” ungkapnya. (fit)