Butuh Air Bersih, Rogoh Gocek Hingga 2 Juta Lebih

Butuh Air Bersih, Rogoh Gocek Hingga 2 Juta Lebih
Warga ketika melakukan pengerukan sumur

Lumajang, Motim - Warga di RT 03 RW 02, Dusun Darungan Lor, Desa Duren, Kecamatan Klakah masih kesulitan air bersih. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ada warga di sana terpaksa membeli air bersih secara patungan hingga Rp 2 juta dalam sebulan.

Zainal Cholis Salim mengaku membeli air bersih per tangki dengan harga Rp 150 ribu. Air satu tangki itu menurutnya, bisa untuk mencukupi kebutuhan sekitar 10 kepala keluarga (KK) dalam 2 hari. Sehingga dalam sebulan, Ia dan KK lainnya membutuhkan 15 tangki dan mengeluarkan uang Rp 2 juta lebih.

Pengasuh Pondok Pesantren Nur Hasan itu, menyampaikan kondisi seperti ini terjadi ketika musim kemarau. Namun puncak krisis air bersih dirasakannya sudah sebulan ini. Ia bersama warga sekitar sudah berupaya menggali sumur yang ada siang dan malam. Dengan harapan masih ada mata air yang keluar.

Namun, tidak ada air bersih yang keluar. Justru yang keluar dari sumur itu adalah lumpur dan bebatuan. "Ini lumpur semua," katanya pada awak media, yang kebetulan sedang bersama warga lainnya sedang melakukan pendalaman sumur. 

"Sumur ini dalamnya sudah lebih dari 30 meter Mas," tambahnya.

Ia mengaku jika tempat tinggalnya masih belum terjangkau oleh program pemerintah terkait masalah air bersih. Droping air bersih dari pemerintah tidak ada. Tahun lalu pihak desa berupaya menyalurkan air dari sumber terdekat, namun karena debit airnya kurang, jadinya tidak sampai ke tempatnya.

"Informasinya ada Pamsimas, tapi benar atau ndak masih belum tau," katanya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo ketika dikonfirmasi, menyampaikan jika pihaknya sudah melakukan dropping air bersih, ke RT 09 RW 03, Dusun Darungan, Desa Duren.

"Kalau Pondok Pesantren, bisa mengajukan permohonan ke BPBD, Baznas atau Lazismu," jelasnya. (rus)