Dinas Pertanian Lumajang Lakukan Verifikasi Kebutuhan Pupuk

Dinas Pertanian Lumajang Lakukan Verifikasi Kebutuhan Pupuk
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Ir. Paiman

Lumajang, Motim - Kelangkaan pupuk bersubsidi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya karena kuota pupuk bersubsidi jauh dari data yang tercatat dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).

Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Lumajang pun beberapa hari ini melakukan identifikasi di lapangan atas kebutuhan pupuk. Selanjutnya, pihaknya akan mengkalkulasi sisa pupuk yang masih ada, kemudian menambahkan pupuk hingga kuota terpenuhi sampai akhir Desember.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Lumajang, Ir. Paiman menyampaikan, pihaknya berusaha agar jangan sampai ada petani yang kebutuhan pupuknya tidak tercukupi. "Jangan sampai ada petani yang kebutuhannya tidak tercukupi," katanya kepada media, Jum'at (18/9/20), pagi.

Ia menambahkan jika saat ini kuota pupuk yang ada jauh dari RDKK. Sehingga pihaknya selain berupaya melakukan identifikasi juga berkomunikasi dengan para petani dan menawarkan bagaimana jika pihaknya menyediakan pupuk NPK saja.

"Untuk sementara, bagaimana jika kita sediakan NPK saja. NPK ini kan pupuk berimbang," katanya.

Ketidaksesuaian ini diduga karena banyak petani yang melakukan setor data ganda, sehingga kebutuhan riil dengan data RDKK tidak sama. "Soal kartu tani ini masih didata ulang dan diverifikasi sampai akhir Desember, supaya tahun depan datanya sudah terverifikasi," jelasnya lagi.

Sebelumnya, Wasis, salah satu petani di Kecamatan Randuagung menyampaikan jika dirinya dan kelompok taninya mengaku tidak keberatan untuk didata ulang. "Gak masalah didata ulang, yang penting tertib dan pupuk ada," katanya. (rus)