Jadi Ketua PP Lumajang, Agus Setiawan Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan Anggota

Ketua PP Lumajang, Agus Setiawan. (*)
Lumajang, Motim - Agus Setiawan baru saja terpilih menjadi Ketua Pemuda Pancasila (PP) Lumajang. Ia mengaku tertarik dengan PP karena visi organisasi tersebut sama dengannya. Yakni mengutamakan pemberdayaan dan kesejahteraan anggota. Dan itu yang akan menjadi fokusnya ke depan.

“Jadi saya tertarik dengan PP, karena saya lihat di AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) yang baru, ada transformasi dari PP wajah lama menjadi PP wajah baru. Wajah baru ini, fokusnya untuk pemberdayaan dan kesejahteraan anggota. Sama dengan visi saya,” katanya, Minggu (27/9).

Dirinya juga membutuhkan organisasi, karena selama ini lebih banyak bergerak sendiri, bahkan banyak membantu organisasi lain. “Selama ini saya ‘one man show’, sering bantu organisasi lain. Tapi kalau jalan sendiri kurang bagus, jadi saya ditawari PP dan saya terima. Sehingga kita bisa melakukan hal lebih besar dan jangkauan lebih luas,” ucapnya.

Agus Setiawan menegaskan, PP yang baru akan berusaha meningkatkan kemampuan anggota demi mensejahterakan anggota. “Kita akan lakukan pemetaan melalui badan profesi atau non profesi. PP yang sekarang lebih terbuka, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Pihaknya saat ini juga melakukan restrukturisasi organisasi. “Dimana kami mulai mrerekrut banyak anggota, diberi target yang banyak. Kita memperluas kepengurusan di tingkat kecamatan dan ranting,” ungkapnya.

Baru setelah itu, akan menyusun program kerja ke depan. “Selanjutnya kami akan menyusun program kerja, yang tentunya bisa sebagai sarana kita untuk aktualisasi, sehingga visi pemberdayaan dan kesejahteraan anggota bisa kita capai,” tambahnya.

Ia mencontohkan, akan dibentuk Badan Tani dan Nelayan. Karena dirinya menilai, selama ini nelayan dan petani di Lumajang masih kurang banyak dapat perlindungan. “Tidak ada yang mengadvokasi, adapun jika ada yang mengadvokasi itu yang punya kepentingan. Kita ingin berikan advokasi dan berikan pelatihan, jaringan distribusi,” ujarnya.

“Minimal kami hadir nanti, misal kami punya jaringan hingga nasional, jaringan itu kan bisa dimanfaatkan untuk pemasaran. Misal ada petani pepaya, kita bisa kerjasama dengan Puspa Agro di provinsi,” lanjutnya.

Sementara untuk nelayan, kata dia, selama ini nelayan di Lumajang tergantung dengan tengkulak. Karena tangkapan mereka sedikit. “Kami bisa bekerjasama dengan yang ada di Sidoarjo misalnya. Dimana hasil tangkapan kita, bisa kita simpan dulu di cold storage (gudang pendingin), kita tampung hingga sekian ton, baru kita kirim ke kota-kota besar,” pungkasnya. (fit)