Kopi Gucialit Tetap Bersaing di Pasar Online

Kopi Gucialit Tetap Bersaing di Pasar Online
Lumajang, Motim - Pada musim panen di tengah adaptasi kebiasaan baru pasca pandemi Covid-19 seperti saat ini, tidak menyurutkan semangat petani muda yang ada di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.

"Alhamdullilah, ketika memasuki musim panen kopi sudah mulai New Normal atau tidak ada lagi work form home yang menghambat petani kopi sendiri ataupun tengkulak kopi," kata salah satu Petani Kopi Muda Desa Gucualit, Rifki Zulkarnain.

Menurut dia, untuk petani kopi itu sendiri secara langsung tidak begitu terhambat pada saat pandemi Covid-19, tetapi yang terkena imbas secara langsung adalah para tengkulak kopi yang harus menerapkan anjuran pemerintah, untuk tidak keluar rumah atau physical distancing.

"Selain terjun langsung untuk panen kopi, Saya juga melakukan roasting dan penjualan produk, dimana dari hasil roasting yang Saya proses menjadi produk Kopi Gucialit yang siap dipasarkan melalui platform media sosial seperti, Instagram, Facebook dan Twitter ini agar dapat bersaing di pasar online Nasional," ujar dia.

Ia menambahkan, bahwa hingga saat ini produk Kopi Gucialit telah dipasarkan di sejumlah daerah seperti, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik, Jember, Banyuwangi, Pasuruan, dan Probolinggo, serta beberapa daerah di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Bali, DKI Jakarta, Kepulauan Riau.

Kemudian, dirinya juga memenuhi permintaan produk Kopi Gucialit dari pelanggan diluar negeri seperti, Jepang, Cina, dan Rusia.

“Sebagai petani muda yang melihat potensi kopi lokal di Desa Gucialit, Saya menginginkan agar kopi lokal Gucialit tidak hanya dikenal di Kabupaten Lumajang saja, tetapi juga di beberapa kota, khususnya para pencinta kopi,” imbuhnya. (fit)