KPU Lumajang Tetapkan Data Pemilih BerkelanjutanKPU Lumajang Tetapkan Data Pemilih Berkelanjutan

KPU Lumajang Tetapkan Data Pemilih Berkelanjutan
Rapat Pleno penetapan data Pemilih Pemilih Berkelanjutan

Lumajang, Motim - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lumajang telah menetapkan data Pemilih Pemilih Berkelanjutan. Dari pendataan terakhir hingga Agustus 2020, total ada 804.001 pemilih, dengan rincian 392.268 laki-laki dan 411.733 perempuan. Data tersebut akan terus diperbarui secara berkala hingga Pemilu mendatang.

“Data tersebut nanti secara periodik akan berubah sesuai dengan keadaan atau fakta di lapangan. Contohnya ada pemilih pemula, warga yang meninggal, ada warga yang pindah atau masuk Kabupaten Lumajang. Itu menjadi sumber berubahnya data pemilih,” kata Ketua KPU Lumajang, Yuyun Baharita, Jumat (4/9).

Untuk terus melakukan pembaruan data tersebut, pihaknya berharap peran serta masyarakat yang bisa melakukan pendaftaran secara online atau mendatangi petugas KPU. “Akan kami tindaklanjuti itu,” ucapnya.

KPU Lumajang juga bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terkait data kependudukan. “Termasuk juga dengan Dinas Pendidikan Perwakilan Jatim, Kemenag, Dinsos, dan sebagainya,” ujarnya.

Bahkan, kata Yuyun, pihaknya bekerjasama dengan TNI/Polri, berkenaan adanya anggota yang telah memasuki masa pensiun. “Kan ada alih status dari anggota menjadi masyarakat sipil. Sehingga yang bersangkutan memiliki hak pilih,” ucapnya.

Meskipun di Lumajang masih belum memasuki tahapan Pemilu, KPU wajib melakukan pemutakhiran data pemilih sesuai perintah KPU RI. Karena banyak manfaat yang didapat, ketika data tersebut selalu dimutakhirkan secara berkala.

“Pertama, untuk merapikan data pemilih, sehingga harapan baik itu didapat ketika Pemilu nanti. Karena isu-isu dengan DPT (Daftar Pemilih Tetap) menjadi rahasia umum. Ini salahsatu upaya dari KPU, ikhtiar dari KPU untuk merapikan kualitas data pemilih jauh-jauh hari, meskipun belum tahapan Pemilu,” ungkap Yuyun.

Ketika memasuki tahapan Pemilu nanti, pihaknya juga tetap akan melakukan pendataan lagi dengan pola lama. “Yaitu dengan petugas berkenaan untuk itu. Akan tetapi ini (Data Pemilih Berkelanjutan) sudah menjadi bekal atau gambaran,” pungkasnya. (fit)