Kuota Berkurang Jadi Penyebab Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Lumajang

Kuota Berkurang Jadi Penyebab Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Lumajang
Plt. Pertanian,  Ir. Pertanian

Lumajang, Motim - Kelangkaan pupuk bersubsidi bukan hanya dirasakan oleh petani di Kabupaten Lumajang saja. Kondisi ini nampaknya juga dialami oleh petani di daerah lainnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Lumajang, Ir. Paiman menyampaikan, penyebab kelangkaan, karena Pemerintah Pusat memberlakukan kebijakan berupa pengurangan kuota pupuk bersubsidi secara bertahap.

Untuk mengatasi itu, salahsatu caranya adalah pemerintah mulai mengenalkan pupuk non subsidi. "Ini merupakan cara pemerintah dalam mengantisipasi jika pupuk subsidi tidak ada. Dalam konteks perkenalan ini, pemerintah tidak memaksa petani untuk membeli pupuk non subsidi," jelasnya, ketika ditemui media di kantornya, Jum'at (18/9/20), pagi.

Dirinya menjelaskan, jika perkenalan pupuk non subsidi ini sama seperti pemerintah memperkenalkan Pertamax dan Pertalite dengan mengurangi Bahan Bakar Mesin (BBM) Premium atau bensin.

"Kalau sudah kenal, tanpa diperintah pun, petani akan membeli pupuk non subsidi," ungkap Staf Ahli Bupati itu.

Pihaknya juga sudah menawarkan solusi kepada petani, untuk sementara ini bagaimana jika pemerintah menyediakan pupuk NPK saja. "NPK ini kan pupuk berimbang," jelasnya.

Ia menambahkan, menurutnya kelangkaan pupuk subsidi di Lumajang tidak terjadi secara menyeluruh, hanya di beberapa wilayah saja. "Ada tapi tidak lengkap. Ureanya ada, tapi ZA nya habis, atau NPKnya yang habis," ucap Staff Ahli Bupati tersebut.

Pihaknya pun sudah berupaya untuk melakukan pendataan stok pupuk yang ada. Kemudian akan menambah stok pupuk yang kurang. "Masih kita data, dan nantinya kita total sesuai kuota sampai akhir Desember," pungkasnya. (rus)