Latihan Sikatan Daya Mendatang jadi ‘Military Tourism’ Pertama di Lumajang

Pembahasan Military Tourism dalam latihan Sikatan Daya. (*)
Lumajang, Motim - TNI AU akan kembali menggelar Latihan Sikatan Daya di Lapangan AWR Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, 29-30 September mendatang. Latihan ini bakal dikemas menjadi military tourism (wisata militer) untuk pertama kalinya di Lumajang.

Pemkab Lumajang siap mendukung penuh agar latihan tersebut bisa menjadi daya tarik dan dinikmati masyarakat. Pembahasan konsep military tourism tersebut dilakukan di Gedung Panti PKK, Kamis (24/9).

Komandan Lanud Abdulrachman, Saleh Marsma TNI Wayan Superman hadir langsung dalam kesempatan ini, untuk melakukan pembahasan langsung dengan Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

“Prinsipnya Pemkab Lumajang support, kita menyiapkan seluruh perangkat teknis yang diperlukan, yang dibutuhkan angakatan udara, yang beerkenaan dengan latihan tempur yang ada di Pandanwangi ini,” ucapnya.

“Sekaligus di sini sebagai gebrakan awal, akan mensinkronkan konsep military tourism, sehingga masyarakat dapat melihat langsung, kekuatan, kelebihan, keistimewaan TNI. Nanti masyarakat bisa melihat langsung bagaimana F16 manuver, sukoi manuver, melakukan tembakan, pengeboman,” lanjutnya.

Di tengah pandemi ini, pihaknya juga akan tetap memperketat protokol kesehatan dalam acara tersebut. “Saya pastikan, kita akan melakukan menerapkan protokol kesehatan, jarak, kita siapkan cuci tangan, yang tak pakai masker gak boleh lihat. Sudah kami koordinasikan dengan Kapolres, Dandim, Danyon, yang akan menjaga. Juga dari perangkat kami di Dinas Kesehatan,” pungkasnya.

Danlanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Wayan Superman menabahkan, pihaknya berterimakasih atas rencana tersebut. “Itu sepertinya ide yang sangat bagus dan baru kami dengar,” ucapnya.

Ia menegaskan, latihan yang digelar ini rutin digelar tiap tahun. Sehingga banyak materi latihan dari pihaknya yang bisa dikemas menjadi military tourism. “Banyak materinya, tingga bagaimana cara mengemasnya,” ucapnya. (fit)