Mahasiswa UMM Edukasi Penanaman Hidroponik Guna Mejadikan Desa Tempursari Sebagai Lumbung Pangan

Mahasiswa UMM Edukasi Penanaman Hidroponik Guna Mejadikan Desa Tempursari Sebagai Lumbung Pangan

Bertempatan di Dusun Ngrawan, Desa Tempursari, Kabupaten Lumajang, Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) gelombang VIII kelompok 62 Universitas Muhammadiyah Malang melakukan sosialisasi tanaman hidroponik. Sosialisasi media tanam hidroponik, salah satu program kerja yang diprakarsai oleh lima mahasiswa UMM, yaitu Beni Hafis Kusnantoro, Risky Setyoningsih, Nur Farida, Nanda Puspitasari, serta Ainiyyah. Sosialisasi hidroponik ini dilakukan pada tanggal 12 September 2020 di rumah ibu Sri Mulyati, selaku ibu RT 05 yang dihadiri oleh ibu-ibu dusun Ngrawan.

Adapun sosialisasi yang disampaikan antara lain bagaimana cara penyemaian benih, penanaman bibit, pencampuran nutrisi, jarak tanam dan cara pemilihan tanaman hidroponik hingga panen. Penyuluh juga memberikan kesempatan pada ibu-ibu untuk mempraktikan langsung cara membuat tanaman hidroponik tersebut. Tanaman hidroponik yang diaplikasikan adalah sayur sawi. Dalam pelaksanaan sosialisasi ini ibu-ibu dusun Ngrawan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 untuk memperkecil rantai penularan.

Beni, selaku koordinator PMM 62 menjelaskan bahwa sosialisasi tanaman hidroponik ini bertujuan untuk membantu masyarakat tetap produktif bercocok tanam dengan hasil panen yang lebih steril dan sehat. Selain itu, tanaman hidroponik ini juga sebagai lumbung pangan bagi masyarakat.

“Tanaman hidroponik tidak mudah terserang hama dan penyakit lebih minim, tidak tergantung pada musim dan tempat, menghemat penggunaan pupuk, dapat dilakukan di lahan sempit, serta biaya yang dikeluarkan relatif sedikit,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, masyarakat yang mengikuti tampak antusias, tergambarkan saat mengikuti praktek langsung cara membuat tanaman hidroponik. Dengan adanya kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat sekitar, sehingga hasilnya nanti dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan juga dapat dijual sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar selama pandemi Covid-19.