Marak Pernikahan Dini, Pemerintah Terus Perjuangkan Hak Anak

Lumajang, Motim - Sejak diberlakukannya peraturan baru terkait usia pernikahan, Pengadilan Agama Kabupaten Lumajang mencatat ada 631 pemohon dispensasi nikah terhitung mulai bulan Januari hingga akhir bulan Juli.
Marak Pernikahan Dini, Pemerintah Terus Perjuangkan Hak Anak
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan PP Kab. Lumajang, dr. Rosyidah

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan PP Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah menanggapi banyaknya pemohon dispensasi nikah dan membenarkan jika meningkatnya jumlah tersebut karena adanya perubahan Usia Kawin Pertama (UKP) bagi calon mempelai wanita yang awalnya usia 16 tahun menjadi 19 tahun.

"Aturan ini kan masih baru, jadi banyak yang belum tahu. Makanya mereka mengajukan dispensasi ini," katanya ketika ditemui Memo Timur di kantornya.

Ketika ditanya apa upaya pemerintah dalam menyikapi banyaknya pernikahan di usia muda, ia menjelaskan jika pihaknya terus berusaha memperjuangkan hak-hak anak, seperti pendidikan dan kesehatan bila sudah terlanjur menikah.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Aisyah menambahkan bahwa dirinya menggandeng dinas Pendidikan agar mereka yang terlanjur menikah di usia muda bisa mengikuti kejar paket. Sedangkan yang belum hamil, diupayakan supaya menunda kehamilan hingga usia 20 tahun lebih.

"Kita upayakan mereka tetap mendapatkan pendidikan, supaya kualitas hidupnya meningkat," jelasnya.

Sekedar informasi, apabila ada warga Lumajang yang membutuhkan bantuan terkait masalah perempuan dan anak, dan pemberdayaan perempuan bisa menghubungi call center 085334563700.

"Kalau ada yang mengalami pelecehan atau pun KDRT bisa menghubungi nomor tersebut, akan kita bantu gratis," pesannya kepada Memo Timur. (rus)