Minimalisir Kerumunan, DLH ‘Gudangkan’ Kursi Alun-alun dan Taman Hutan Kota

Petugas mengambil kursi dan menyimpannya di gudang. (cw7) 
Lumajang, Motim - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang terus berupaya meminimalisir kerumunan massa di Alun-alun Lumajang dan Taman Hutan Kota. Demi mencegah penyebaran Covid-19. Pasalnya, meskipun sudah ditutup, tak sedikit masyarakat yang masih datang ke sana. Petugas pun harus mengambil semua kursi yang ada di sana dan menyimpannya di gudang.

"Sudah 2 minggu kami gudangkan,” kata Kepala DLH Lumajang, Yuli Haris, Selasa (29/9/20).

Yuli menambahkan, setelah fasilitas umum tersebut digudangkan, warga yang biasanya bergerombol di sana terlihat mulai berkurang. "Sekarang sudah berkurang, karena tidak ada tempat duduknya," katanya.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Lumajang, Sunardi menambahkan, pihaknya sudah menghimbau supaya masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktifitas di luar rumah.

"Selama masih menjaga protokol kesehatan, tidak masalah Mas," kata tersebut.

Dari pantauan, terlihat banyak Pedagang Kaki Lima yang tetap berjualan di sekitar Taman Hutan Kota dan di jalan masuk ke Alun-alun. "Jika kita dapati tidak mematuhi protokol kesehatan, pasti kita sanksi dan cabut ijinnya," tegas Sunardi.

Sementara fasilitas cuci tangan yang pernah disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, yang disediakan di titik-titik strategis masih belum difungsikan kembali. "Sementara ini masih belum," kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumjaang, Wawan Hadi Siswoyo. (rus)