Permintaan Naik, Stok Darah Golongan AB di PMI Lumajang Menipis

Permintaan Naik, Stok Darah Golongan AB di PMI Lumajang Menipis
Trio Abdul Wahab, Bagian Pelayanan Dan Humas PMI Unit Donor Darah

Lumajang, Motim - Setetes darah sangat berharga, karena bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Permintaan kantong darah untuk golongan darah AB beberapa hari kemarin, naik. Sedangkan stok kantong darah, khusus golongan darah AB di Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Donor Darah Kabupaten Lumajang menipis.

Kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit memang tidak bisa digantikan dengan apa pun. Sedangkan jumlah pendonor darah untuk golongan darah AB sangatlah sedikit, jika dibandingkan dengan pendonor darah golongan darah A, B, atau pun O.

Bagian Pelayanan dan Humas PMI Unit Donor Darah, Trio Abdul Wahab menjelaskan bahwa, kelangkaan stok kantong darah AB beberapa waktu yang lalu, dikarenakan permintaan kantong darah oleh pasien yang dirawat di rumah sakit lebih tinggi.

"Stok kantong darah AB ini memang paling sedikit jumlahnya, jika dibandingkan dengan golongan darah yang lain," katanya.

Dirinya juga menjelaskan jika pemilik golongan darah AB terbilang sangat sedikit sekali, karena golongan darah ini sangat unik. "Golongan darah AB ini unik Mas," katanya.

Terkadang, meskipun stok golongan darah yang dibutuhkan oleh pasien ada, namun masih membutuhkan proses yang lebih panjang. Dan itu hanya bisa diproses di Surabaya. Oleh sebab itu, keluarga pasien mengira stok darah di PMI habis. Padahal tidak.

"Sekalipun stok darah yang dibutuhkan pasien ada, tapi belum bisa dikatakan cocok (matching) karena ada penolakan dari tubuh pasien," jelasnya.

Trio menghimbau agar para pendonor menjawab dengan jujur terkait data yang disampaikan ke pihak PMI saat melakukan donor darah, baik itu pertanyaan secara lisan maupun dalam mengisi blangko sebelum donor. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pihak PMI dalam mengolah darah dan menentukan kualitas darah sebelum ditransfusikan ke pasien.

Semakin panjang proses pengolahan darah tersebut, maka semakin banyak pula biaya yang harus dikeluarkan selama proses pengolahan hingga bisa ditentukan kualitasnya. "Yang seperti ini kan kurang efisien," tambahnya.

Apabila pendonor saat hendak mendonorkan darahnya sedang mengkonsumsi obat tertentu, agar menunda jadwal donornya. "Syaratnya untuk donor kan harus sehat. Kalau habis minum obat, artinya kan tidak sehat. Jadi ditunda dulu lah," jelasnya lagi.

Sedangkan kendala lainnya yang dirasakan oleh pihak PMI adalah kekhawatiran para pendonor terkait pandemi covid 19. "Kami dalam melaksanakan giat donor darah tetap mengedepankan Protokol kesehatan," pungkasnya. (rus)