Petugas Gabungan Sanksi 17 Pelanggar Prokes



Kapolsek Lumajang, Iptu Darmanto saat menasehati pelanggar prokes

Lumajang, Motim - Penegakan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) Inpres nomor 6 tahun 2020 oleh petugas gabungan Jajaran Polisi, TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP selama sepekan membuat kepatuhan masyarakat meningkat jadi 85 persen.

Operasi Yustisi yang dilaksanakan di beberapa titik dan ruas jalan, dan yang terakhir di jalan Diponegoro atau di baratnya kantor Satpol PP, mulai sekitar pukul 20.00 sampai selesai berhasil menindak 17 pengguna jalan yang melanggar protokol kesehatan.

Pengguna jalan yang tidak memakai masker atau membawa masker namun tidak digunakan sebagaimana mestinya, langsung dihentikan oleh petugas gabungan. Selanjutnya disuruh untuk membuat surat pernyataan.

Kapolres Lumajang, AKBP Dedy Foury Millewa, SH. SIK. MIK melalui Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Darmanto menyampaikan jika operasi kali ini sudah bukan lagi himbauan. Bagi siapa pun yang melanggar, langsung ditindak tegas agar ada efek jera dan tidak mengulangi lagi. "Kami sampaikan bahwa operasi Yustisi ini bukan lagi himbauan, yang melanggar prokes langsung kita beri sanksi," tegasnya saat ditemui media, Minggu (20/9/20) malam.

Sanksi sosial yang diberikan oleh petugas bermacam-macam, tergantung situasi dan kondisi. Mulai bersih-bersih, menghafal pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menghafal do'a-do'a, push up, juga skotejump.

Darmanto juga berpesan kepada masyarakat Lumajang, agar selalu dibiasakan untuk menggunakan masker ketika hendak beraktifitas di luar rumah. "Ini semua demi kesehatan dan keselamatan kita bersama," pungkasnya.

Dari pantauan Memo Timur selama operasi Yustisi berlangsung, bukan pengguna jalan yang tidak memakai masker saja yang ditindak, pengguna jalan yang tidak memakai helm dan tidak membawa surat-surat pun ditindak dengan surat tilang.(rus)