Polres Lumajang Resmikan Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Peresmian Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19. (cho)

Lumajang, Motim - Polres Lumajang sudah resmikan Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19, Selasa (15/9) malam. Kemudian Kapolres Lumajang AKBP Dedy Foury Millewa, SH.SIK.MIK bersama Forkopimda dan sekitar 100 personil gabungan melakukan Operasi Yustisi,

Sebelum operasi digelar, semua personil gabungan melaksanakan apel pengecekan di Mapolres Lumajang. Pelaksanaan operasi dibagi menjadi 2 tim. Forkopimda bersama Tim 1 melakukan operasi depan Kantor Pemkab Lumajang atau Jalan Alun-alun Utara. Sementara Tim 2 melakukan operasi ke sejumlah warung kopi di pusat kota.

Hasilnya, ada 47 orang yang tidak memakai masker terjaring dalam operasi tersebut. Mereka langsung ditegur dan disuruh membuat surat pernyataan untuk tidak akan mengulangi perbuatan pelanggaran. Apabila di kemudian hari melakukan pelanggaran kembali, bersedia diberikan sanksi dengan sesuai Perbup Nomor 54 tahun 2020.

"Kita melaksanakan Operasi Yustisi pelanggar protokol kesehatan sesuai Inpres Nomor 6 tahun 2020 yang bertujuan untuk menindak dan mengingatkan kepada masyarakat pentingnya protokol kesehatan," kata Kapolres.
Penindakan terhadap warga yang tak pakai masker. (cho)

Ia menegaskan, penggunaan masker bisa bermanfaat hingga 95 persen bagi diri sendiri atau orang lain untuk pencegahan penularan. "Satu bulan terakhir ini kasus Covid 19 naik secara signifikan dan kita sebagai pelopor kesehatan memiliki tangung jawab besar dalam pencegahan penularan Covid-19," ucapnya.

Ia berharap, dengan kegiatan ini, masyarakat semakin produktif dan sehat terhindar dari Covid-19. "Dalam pelaksanaan Operasi Yustisi malam ini tidak boleh over estimid karena tujuan kita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," pungkasnya.

Sementara Bupati Lumajang Thoriqul Haq menambahkan, mulai awal Juli sampai dengan saat ini ada 95 persen kasus konfirmasi Covid-19 dan melebihi kasus 4 bulan yang lalu. "Kita tidak pernah lelah dalam penegakan protokol kesehatan karena masyarakat masi banyak yang bandel tentang pengunaan masker," ucapnya.

Ia menegaskan, Satpol PP ditambah personil TNI-POLRI melaksanakan tugas operasi ini untk memastikan kedisiplinan bersama. Karena banyak masyarakat yang belum sadar dalam pengunaan masker.

"Sanki ini sifatnya mengikat dan akan lebih tegas, karena dasar hukum sudah tertuang dalam Inpres nomor 6 tahun 2020 maupun Perbup nomor 30 tahun 2020," pungkasnya. (cho)