Potong Rambut Sambil Beramal saat Pandemi Covid 19

Potong Rambut Sambil Beramal saat Pandemi Covid 19
Kondisi kios pangkas rambut milik Muhamad Nastain di kawasan Toga

Lumajang, Motim - Sulitnya kondisi ekonomi di tengah wabah Covid 19 tak menyurutkan niat baik Muhamad Nastain, tukang potong rambut di kawasan Toga,tepatnya di depan KKMT, jalan Gajah Mada, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang untuk beramal.

Manakala orang lain sibuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah dengan mencari keuntungan dalam usaha yang dijalankan. Hal ini jauh berbeda dengan apa yang dilakukan warga Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh tersebut.

Banner yang dipampang di depan Barber Shopnya (potong rambut, Red) justru bertuliskan "Bayar Seikhlasnya". Tentu saja hal ini menarik perhatian banyak orang yang lewat jalan Gajah Mada (Toga).

Ia menyampaikan bahwa hal itu sudah menjadi niatnya, terhitung sejak kelahiran putranya yang pertama. "Rejeki kan sudah ada yang ngatur, Saya niat membantu orang lain dan Saya pun yakin Allah akan membantu Saya," jawabnya meyakinkan Memo Timur saat mendatangi tempatnya beberapa waktu lalu.

Di tempatnya memotong rambut, sudah disediakan semacam kotak amal yang ia gembok. Setiap orang yang datang potong rambut memang tidak dipatok tarif, namun begitu ada saja yang memasukkan uang ke dalam kotak tersebut setelah selesai potong rambut.

Setiap ia hendak tutup, kotak tersebut dibukanya dan itulah yang ia dapat sebagai upah. Nastain juga menyampaikan jika ada pelanggan yang tidak mengisi kotak tersebut, ia sudah ikhlas. "Ya cuma ini yang bisa Saya lakukan, memotong rambut dengan beramal," ucapnya.

Informasi yang berhasil Memo Timur dapatkan, bahwa dirinya bekerja tidak sendirian, ia ditemani saudaranya. Kios yang ditempatinya, ia sewa dengan besaran uang 16 juta selama 2 tahun.

Pengeluaran setiap bulannya kurang lebih sekitar 500an ribu. Antara lain ia gunakan untuk bayar listrik, air, perawatan alat potong rambut, shampo, pomade dan lain-lain.

"Kami buka mulai pukul 12.30 sampai pelanggan sepi, antara jam 21.00 WIB." katanya.

Dia juga mengaku hanya mendapatkan uang sejumlah 120 ribu dan dibagi dua dengan saudaranya, kadang juga lebih.

Saat ditanya modal usahanya, Nastain mengaku mendapat pinjaman KUR dari Bank BRI. "Kalau modal ya pinjam ke bank Mas," katanya.

Di dinding kios potong rambutnya terlihat ada dua sertifikat potong rambut dalam acara Tegal Hair show 2018. Hal ini sekaligus menyatakan bahwa keahliannya dalam memangkas rambut tidak perlu diragukan.(rus)