Program Belanja di Sawah Mulai Digalakkan

Program Belanja di Sawah Mulai Digalakkan
Petani saat memanen cabai
Lumajang, Motim - Pasang surut harga komoditas pertanian merupakan hal biasa. Namun karena Pandemi Covid 19, rendahnya nilai jual hasil tani membuat petani menjerit.

Selama ini fluktuasi komoditas pertanian, diduga ada permainan harga di kalangan tengkulak. Sehingga, yang paling dirugikan adalah petani. Apalagi dalam kondisi seperti ini.

Pemerintah Kabupaten Lumajang, melalui Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati menyampaikan bahwa pihaknya sudah berupaya memberikan solusi kepada para petani untuk menekan kerugian akibat hancurnya harga dari hasil tani dengan cara memotong jarak antara konsumen dengan produsen. "Langsung beli di sawah," katanya.

Pemkab Lumajang sudah mulai melakukan kampanye agar masyarakat mulai beralih membeli hasil pertanian langsung ke petani. Dan petani menjual hasil taninya di sawah. "Kita sudah kampanyekan di Kecamatan Rowokangkung," jelasnya.

Cara seperti ini sudah didemokan ke petani, kurang lebih selama 5-6 hari. Masyarakat dihimbau agar tidak menggunakan pihak ketiga bila hendak membeli hasil pertanian, melainkan supaya membeli sendiri di sawah langsung ke petani.

Cara-cara seperti ini diharapkan bisa mendongkrak ekonomi para petani. "Harapan kami agar petani-petani daerah lain di Kabupaten Lumajang juga menerapkan metode seperti ini," pungkasnya.

Memang mahalnya harga di pasaran dikarenakan begitu panjang alur distribusi, mulai dari produsen, dalam hal ini petani hingga barang tersebut diterima oleh konsumen. Seandainya produsen langsung bertemu dengan konsumen, pasti stabilitas harga bisa terjaga.(rus)