Pupuk Langka, Petani Berharap Pendataan Ulang

Pupuk Langka, Petani Berharap Pendataan Ulang
Lumajang, Motim - Keberadaan pupuk dalam seminggu ini menjadi tanda tanya bagi petani. Terlebih lagi harga palawija masih tidak berpihak pada petani.

Ketersediaan pupuk bagi petani sangatlah vital. Apabila ada keterlambatan, akan sangat berpengaruh pada tanaman.

Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, MML., ketika ditemui beberapa media menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkirim surat ke Petrokimia Gresik dan dan pupuk Kaltim supaya mengirimkan pupuk bersubsidi. "Ini kan sudah mulai musim tanam," katanya beberapa hari yang lalu di Aula BKD Lumajang.

Informasi yang berhasil dihimpun Memo Timur, keberadaan pupuk subsidi di beberapa kios seperti di Kecamatan Randuagung, Desa Tunjung, Kalipenggung, Ranulogong dan Ranuwurung juga Kecamatan Jatiroto, seperti di Desa Kaliboto dan Jatiroto (Curahwedi) sangat sulit ditemukan. Namun di daerah Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung masih ada meskipun jumlahnya tidak banyak. "Ada tapi tidak lengkap," kata Arifin, Sabtu (12/9/20), ketika dihubungi via telpon.

Wasis Priantono, salah satu petani yang tinggal di Kalipenggung mengungkapkan jika selama ini jumlah pupuk yang didistribusikan jumlahnya tidak sesuai.

Hal ini dikarenakan banyak petani yang mempunya data dobel di kios pupuk. Selain itu, bukan hanya petani pangan dan palawija saja yang mengambil pupuk, petani tebu, petani sengon dan lain-lain juga mengambil pupuk di kios yang sama. "Inilah yang menyebabkan jumlah pupuk tidak sesuai," katanya.

Dirinya juga menambahkan, petani tidak keberatan bila diadakan pendataan ulang terkait penggunaan Kartu Tani asalkan tertib dan pupuk dipergunakan sesuai peruntukannya. "Gak papa didata lagi, yang penting tertib. Dan pupuk ada," pungkasnya.

Kepala Dinas Pertanian, Ir. Paiman, M.Si belum berhasil dikonfirmasi terkait pupuk atas keluhan petani tersebut, pesan singkat via WA sudah dibaca namun belum dibalas.(rus)