Satuan Arhanud Lakukan Diklat Pertahanan Udara


Satuan Arhanud Lakukan Diklat Pertahanan Udara
Lumajang, Motim - Seluruh satuan komandan batalyon diundang melakukan latihan gabungan untuk jajaran Arhanud. Latihan terintegrasi (gabungan) dilaksankan di Lanud Abdul Rachman Saleh Detasemen TNI AU Pandanwangi, Air Weapon Range (AWR) Lumajang.

Para pilot air modeling menunjukkan keahlian di lapangan sebelum akhirnya menjadi sasaran tembak prajurit TNI yang sudah siaga di posisi masing-masing.

Letnan Jenderal TNI Anto Mukti Putranto, S.Sos yang kelahiran Jember ini menyampaikan, bahwa latihan terintegrasi ini selain untuk mengasah keahlian menembak juga untuk menunjukkan persenjataan Arhanud yang baru, seperti Rudal Mistral Atlas dan Starstreak juga radar dengan radius 250 kilo meter. "Arhanud sudah ada persenjataan yang baru, Mistral dan Starstreak juga radar dengan radius 250 kilo meter," katanya saat ditemui media, Kamis (10/9/20).

Putranto juga menyampaikan jika satuannya menggelar latihan ini selama 6 hari dengan menggunakan 16 macam pucuk, diantaranya kaliber 20, kaliber 23, kaliner 50 dan kaliber 57. "Yang dua lagi Mistral dan Starstreak ini," jelasnya.

Ia juga menyampaikan jika latihan ini merupakan latihan yang berkelanjutan antar kecabangan.

Untuk evaluasi latihan pada hari ini, Putranto menyatakan hasilnya bagus karena pihaknya didukung oleh kawan-kawan yang mempersiapkan bansi, simulasi-simulasi terbang menggunakan air modeling (drone).

"Memang sih, kecepatannya tidak seperti pesawat yang sesungguhnya. Setidaknya prajurit kita ini bisa melihat sasaran itu bergerak. Tidak mudah. Nah, yang sekecil itu saja bisa ditembak apalagi yang gede," serunya.

Sedangkan untuk update senjata, pihaknya tidak hanya mengambil senjata dan perangkatnya, bahkan pemeliharaannya. "Bahkan kita sudah punya semacam depo pemeliharaan di Malang," pungkasnya.(rus)