Stok Darah PMI Lumajang Sempat Menipis



Lumajang, Motim - Selama beberapa bulan Bus Donor tidak beroperasi karena pandemi Covid 19, hal ini berdampak pada stok darah di PMI. Pendonor yang aktif pun hanya di sekitar kantor PMI.

Manager Kualitas PMI Lumajang, Anis Mufarida menyampaikan jika awal bulan Agustus kemarin stok darah di PMI sempat menipis karena di suasana pandemi banyak para pendonor yang enggan untuk donor. "Mungkin masih enggan saat ini," katanya ketika ditemui Memo Timur di kantornya.

Ia juga menyampaikan jika selama pandemi, stok darah di PMI terbilang cukup, tidak kurang juga tidak lebih. Karena stok darah yang ada dengan kebutuhan pasien berimbang.

Anis menjelaskan jika selama ini stok darah di PMI, 70 persen diperoleh dari Bus Donor Keliling. Sisanya dari pendonor yang melakukan donor darah di PMI. "Perolehan darah paling banyak dari Bus Donor itu Mas," katanya.

Yang jadi penyebab stok darah di PMI menipis karena selama pandemi Bus Donor Keliling tidak beroperasi. Namun setelah beroperasi kembali, stok darah mulai terkendali. "Protokol kesehatan tetap dilaksanakan," ucapnya.

Ketika ditanya berapa banyak kantong darah yang diperoleh Bus Donor setiap harinya dan dimana lokasi mangkalnya bus tersebut, Anis menyampaikan jika bus donor selalu stanby di depan Kecamatan Pasirian dan di depan balai desa Tempeh Tengah. "Rata-rata 30-40 kantong darah setiap hari," katanya lagi.

Anis menambahkan bahwa setelah mulai ngeTime (stanby) di Pasirian dan di Tempeh Tengah, pihaknya sudah bisa dropping darah ke kabupaten tetangga seperti ke Probolinggo.

Sejak adanya Bus Donor, PMI Lumajang tidak pernah kekurangan stok darah, bahkan sering mengirim darah ke Malang, Jember, Semarang dan ke Surabaya pun pernah.

Perlu diketahui masyarakat, jika donor darah itu sangat baik untuk kesehatan tubuh. Dengan donor darah, pendonor akan terhindar dari penyakit jantung, pembuluh darah, resiko kanker, membantu menurunkan berat badan, mendeteksi penyakit serius seperti HIV, hepatitis, siphilis dan juga membuat lebih sehat secara psykologis. (rus)