Tren Pernikahan Dini tahun 2020 Melonjak Tajam

Tren Pernikahan Dini tahun 2020 Melonjak Tajam
Panitera Muda Hukum, Pengadilan Agama Kabupaten Lumajang, H. Teguh Santoso, S.H,

Lumajang, Motim - Sejak berlakunya peraturan baru tentang usia pernikahan, jumlah pengajuan dispensasi nikah di Kabupaten Lumajang meningkat drastis.

Sejak diundangkannya Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019 sebagai perubahan atas Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, batasan minimal bagi calon mempelai wanita yang semula umur 16 tahun menjadi 19 tahun.

Panitera Muda Hukum, Pengadilan Agama Kabupaten Lumajang, H. Teguh Santoso, S.H, menyampaikan bahwa sejak berlakunya UU 16/2019, pemohon dispensasi nikah jumlahnya meningkat pesat.

"Ya, yang dominan itu karena perubahan undang undang tersebut," katanya, saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (1/9/20), pagi.

Sepanjang tahun 2019 pemohon dispensasi nikah sejumlah 334, sedangkan tahun 2020 mulai bulan Januari hingga akhir bulan Juli sebanyak 631 pemohon.

Disinggung soal proses pengajuan dispensasi nikah dan syarat-syaratnya apa saja, Teguh menyampaikan mengajukan dispensasi syaratnya, pertama harus orang tua dari calon mempelai yang usianya tidak memenuhi yang mengajukan.

Kedua, membawa surat penolakan pencatatan nikah dari KUA, ijazah, kartu keluarga dan akta kelahiran.

Ketiga, saat sidang, kedua wali dari masing-masing calon mempelai harus hadir, supaya pihak pengadilan tahu jika tidak ada unsur paksaan. "Orang tua dari kedua calon harus hadir ketika sidang," jelasnya.

Terkait biaya pengurusan pengajuan dispensasi, Teguh menjelaskan bahwa besaran nominalnya tergantung jarak rumah pemohon dengan kantor Pengadilan Agama. "Kalau itu, tergantung jauh dekatnya lokasi," pungkasnya. (rus)