Banyak Jalan Bergelombang, Masyarakat Minta Segera Diperbaiki

Banyak Jalan Bergelombang, Masyarakat Minta Segera Diperbaiki
Lumajang, Motim - Masyarakat Lumajang utamanya pengendara sepeda motor mengeluhkan kondisi jalan arah Lumajang menuju Probolinggo, karena banyak ditemukan yang berlubang juga bergelombang. Seperti di Jalan Brigjend Slamet Riyadi, Jalan Gatot Subroto, Jalan Letnan Jendral Sunandar Priyo Sudarmo, dan yang paling parah adalah jalan raya Desa Grobokan, Kecamatan Kedungjajang.

Dan tidak sedikit pengendara sepeda motor terjatuh akibat kondisi jalan tersebut. Masyarakat berharap agar instansi terkait segera melakukan perbaikan. Namun jalan Lumajang arah Probolinggo itu bukan jalan Kabupaten. Melainkan masuk jalan Nasional dimana perawatannya merupakan tanggungjawab pemerintah Pusat.

Ainun Najwa, Mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Lumajang menuturkan jika dirinya nyaris jatuh saat melintasi jalan raya Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang tepatnya utara Polsek Kedungjajang. Gara-garanya laju motornya lumayan cepat dan jalannya bergelombang.

"Untung saat itu jalan sepi. Saya hanya luka lecet di tangan. Kaca spion pecah, tempong motor sebelah kiri pecah," ucapnya.

Apabila hujan turun, jalan bergelombang dan berlubang itu berbahaya, utamanya bagi pengendara sepeda motor, karena saat hujan turun jalan berlubang itu akan tergenangi air sehingga tidak bisa dibedakan mana jalan yang baik mana jalan yang rusak.

"Kalau warga tempatan mungkin sudah hafal atas kondisi jalan itu. Meski huja turun tidak khawatir, saya khawatir pengendara luar Lumajang. Makanya saya berharap segera diperbaiki," harapnya.

Sarianto menambahkan, kondisi jalan bergelombang itu disebabkan karena banyaknya truck bermuatan melebihi tonase, salah satunya adalah truck mengangkut pasir.

Di Lumajang kata Sarianto tidak ada jembatan timbang yang berfungsi untuk memantau terhadap tonase, sehingga terlepas dari pengawasan. Padahal setiap hari jumlah truck keluar masuk Lumajang untuk mengangkut pasir mencapai ratusan.

Lanjut dia, jembatan timbang yang ada di wilayah Desa Klakah, Kecamatan Klakah itu tidak difungsikan untuk truck pasir, sehingga los muatannya. Apalagi banyak kita jumpai bak truck yang dimodifikasi.

"Ini bentuk lemahnya pengawasan. Akibatnya jalan rusak berlubang dan bergelombang. Yang harus hati-hati yang pengendara roda dua, karena rawan jatuh Mas," tambah Sarianto.

Sementara itu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur belum berhasil dikonfirmasi terkait kondisi jalan rusak bergelombang juga ada yang berlubang. (cw7)