Butuh Perhatian! Pasutri di Desa Jarit Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni

Kondisi tempat tinggal Heri bersama istri dan anak. (cho)
Lumajang, Motim – Pasangan suami istri (pasutri) di Dusun Bulak Klakah Desa Jarit Kecamatan Candipuro sangat butuh perhatian. Pasalnya Heri (38) bersama istrinya Mawar (36) dan anaknya Mayesa (6) saat ini tinggal di sebuah gubuk. Kondisi gubuk itu sangat memprihatinkan dan tak layak huni.

Terlihat gubuk tersebut dindingnya terbuat dari anyaman bambu, berlantaikan semen, dan sebagian atap gentengnya dilapisi seng karena bocor ketika hujan. Kemudian pembatas ruang tamu dengan tempat tidurnya hanya terpasang kain selambu.

Informasi yang diperoleh Memo Timur, gubuk yang ditempati Heri itu berdiri diatas tanah warisan peninggalan orang tuanya dan sudah bersertifikat. Saat ditemui Memo Timur, Heri mengaku, sudah tinggal di gubuk berukuran 4 x 6 meter itu bertahun-tahun.

"Disaat malam saya sering menangis, karena tidak bisa bangun rumah yang layak untuk ditempati. Tapi gimana lagi, wong gak punya biaya Mas," ucapnya, Kamis (22/10/2020).
Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya setiap hari Heri mengaku bekerja sebagai kuli gergaji kayu dimana upah hariannya sebesar Rp 50 ribu. Itu pun tidak setiap hari dirinya bekerja. Dalam sebulan dirinya bekerja antara 15 hari sampai 20 hari, tergantung stok kayunya.

"Upah sebesar itu dibilang cukup ya cukup, dibilang tidak ya tidak. Kebutuhan keluarga dibantu istri kerja buruh serabutan," katanya.

Ia pun berharap, ada pihak yang peduli dengan kondisinya saat ini. Untuk memberikan bantuan demi meringankan beban hidup. Ia juga berharap, ada bantuan bedah rumah, agar dirinya bisa tinggal di rumah yang layak huni. (cho)