Memo Timur Bersama Suara Satu dan PPUI Santuni Penyandang Tuna Netra

Memo Timur Bersama Suara Satu dan PPUI Santuni Penyandang Tuna Netra
Penyandang tuna netra mendapat bantuan

Lumajang, Motim - Sejumlah penyandang tuna netra di Dusun Darungan, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah dari keluarga tidak mampu bisa sedikit bernafas lega di tengah pandemi Covid-19. Mereka mendapat bantuan dari para dermawan.

Para dermawan itu dari pihak Memo Timur Lumajang bersama Suara Satu Channel dan Perkumpulan Peduli Umat Indonesia (PPUI) yang sekaligus sebagai sponsor utamanya.

Ada 5 penyandang tuna netra dari keluarga tidak mampu mendapat bantuan paket sembako. Antara lain Nursari (70), Tina (70), Sara (56), Jumati (46), dan Abu Thalib. Mereka mendapat beras, telur, minyak goreng, mie instan, kopi, gula, dan juga uang belanja.

"Terima kasih bantuannya ya Pak. Karena masih ada orang yang mau memperhatikan kondisi kami semoga Alloh memberikan ganti yang lebih banyak," ucap nenek Nursari sambil mengusap air matanya.

Jumati juga menambahkan, semenjak bercerai dengan suaminya, dirinya tinggal bersama anak semata wayangnya dimana setiap harinya hidup dalam kekurangan.

Karena menurut Jumati dirinya tidak bisa bekerja lantaran buta. Sedang buah hatinya juga tidak bisa bekerja, karena sibuk merawat dan menjaga dirinya. Setiap bulan anaknya mendapat jatah dari ayahnya sebesar Rp 200 ribu perbulan dan uang itu dibuat belanja untuk kebutuhan setiap hari dan tidak cukup.

Beruntung kerabat keluarga secara bergantian membantu sehingga dirinya bersama anaknya tetap bisa makan meski ala kadarnya. "Bantuan Bapak sangat membantu kami. Semoga oleh Allah diganti yang lebih banyak," kata Jumati.
Memo Timur Bersama Suara Satu dan PPUI Santuni Penyandang Tuna Netra
Penyerahan bantuan sembako disaksikan perangkat desa setempat


Choir dari Memo Timur mengatakan, kegiatan berbagi sembako dan uang belanja ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Apalagi penerima bantuan yang berjumlah 5 orang itu semuanya tuna netra.

"Semua penerima bantuan Tuna Netra alias Buta. Penyerahan bantuan didampingi perangkat desa dan warga setempat Mas," ucapnya usai berbagi sembako.

"Ada satu nenek bernama Tina juga tuna netra yang tangannya patah. Ini masih kami carikan solusi supaya dapat bantuan biaya pengobatan," tambahnya.

Kegiatan sosial seperti ini, kata Choir, juga pernah dilakukan di wilayah Kecamatan Tempursari. Di sana, pihaknya membantu biaya pendidikan siswa di salah satu MI. Kemudian membantu biaya berobat orang sakit juga berbagi paket sembako keluarga kurang mampu.

Kemudian di wilayah Kecamatan Pronojiwo pihaknya memberikan bantuan biaya berobat salah satu siswa SD dan perlengkapan kebutuhan sekolah.

Sedangkan di wilayah Kecamatan Candipuro memberikan bantuan di salah satu Musholah berupa sarung alqur'an dan kelengkapan lainnya. Dan di wilayah Kecamatan Pasirian, memberikan bantuan sembako dan uang belanja warga kurang mampu juga biaya berobat.

"Kegiatan yang sama juga kami lakukan di wilayah Kecamatan Kota, Kecamatan Kedungjajang. Untuk wilayah Kecamatan Klakah ini kegiatan untuk ketiga kalinya," jelasnya. (cw7)