Nursamsi Berdayakan Puluhan Pemuda ‘Nakal’ untuk Berkegiatan Positif

Nursamsi Berdayakan Puluhan Pemuda ‘Nakal’ untuk Berkegiatan Positif
Paimin, AP., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lumajang

Lumajang, Motim - Keberadaan pemuda dengan kenakalannya kerap kali dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitar. Seperti pemabuk sampai pencuri. Namun tidak bagi Nursamsi Ridwan, warga Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang ini terbilang berhasil merangkul sekelompok pemuda ‘nakal’ dan memberdayakannya dengan kegiatan sosisal.

Nursamsi awalanya mengaku prihatin dengan keberadaan pemuda ‘nakal’ tersebut, yang seolah hidupnya tidak berguna. Di bawah genggaman tangan dingin Nursamsi, para pemuda tersebut diakomodir (difasilitasi) agar dirinya bisa mendapatkan kepercayaan penuh. Sehingga dirinya bisa mengawasi dan mengarahkan mereka ke dalam kegiatan yang lebih positif.

“Awalnya Saya dekati mereka yang biasa minum di lapangan, di pinggir jalan dengan mengajak mereka minum di rumah. Saya belikan 6 krat,” ucap Nursamsi, yang juga sebagai pemilik bengkel las ini.

Setelah beberapa waktu dan mendapatkan kepercayaan dari mereka. Ia mengajak pemuda rekrutannya untuk melakukan touring sambil melakukan bakti sosial. Ada pula yang dicarikan pekerjaan atau diberi pekerjaan untuk mengalihkan kebiasaan negatif. “Ketika touring itu, anak-anak Saya ajak kegiatan bakti sosial. Setelah terbiasa berbaur dengan masyarakat, secara perlahan mereka akan meninggalkan kebiasaan buruknya,” jelasnya.

Kalau menasehati dengan cara ceramah tambah Nursamsi, itu bukan kapasitas dirinya. Ia menginginkan adanya perbuatan nyata, sehingga dapat menggerakkan keinginan mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. “Kalau ceramah, bukan bidang Saya,” ucapnya.

Nursamsi Berdayakan Puluhan Pemuda ‘Nakal’ untuk Berkegiatan Positif
Nursamsi, Inisiator Pejuang Hore

Mula-mula, pemuda yang Ia rekrut sejak tahun 2015 berjumlah sekitar 8 orang dan kini sudah mencapai puluhan pemuda. Semenjak anggotanya terus bertambah, Nursamsi menamakan komunitasnya sebagai “Pejuang Hore” dengan berorientasikan kegiatan sosial, seperti mengecat mushola, bersih-bersih lingkungan, bagi-bagi masker, bedah rumah dan lain-lain setiap hari Jum’at.

“Saat ini sudah puluhan pemuda yang ikut, Saya juga berkoordinasi dengan polsek untuk minta dukungannya,” katanya.

Hingga sejauh ini, Nursamsi mengatakan jika pihaknya belum mendapatkan respon dari pemerintah setempat. Beberapa waktu yang lalu, Bupati Lumajang sempat mengunjungi kediamannya dan mendukung semua kegiatan “Pejuang Hore” yang dinilai positif oleh Bupati. “Kami tidak meminta bantuan, juga tidak berharap. Kalau dukungan dari Bupati Lumajang masih sebatas moril,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lumajang, Paimin, AP juga sangat mengapresiasi keberadaan “Pejuang Hore” yang dinilai bermanfaat, khususnya untuk kegiatan kepemudaan juga berguna bagi lingkungan sekitar. “Ini bagus Mas, Saya minta tolong kepada beliau agar ada regenerasi berkelanjutan,” katanya.

Penanganan kenakalan remaja seperti yang dilakukan Nursamsi diakui Paimin, Ia juga menambahkan jika hal tersebut akan lebih baik lagi jika diakui oleh pemerintah dengan mengadakan kompetisi yang bernuansa kepemudaan. “Bentuk apresiasi pemerintah kan melalui penghargaan. Kalau mau memberi penghargaan kan harus ada lomba, nah itu yang akan kita kejar nantinya,” pungkasnya.(cw7)