Panen Melimpah, Harga Tomat Anjlok Rp 300 Perkilogram

Tomat di lahan petani. (cw7)
Lumajang, Motim - Melimpahnya hasil panen tomat tidak diimbangi dengan harga yang bagus. Saat ini tomat dari petani hanya dihargai Rp 300 perkilogram. Padahal ketika normal, harganya di kisaran Rp 2.500 perkilogram. Hal ini tentunya membuat para petani tomat mengeluh.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, Hertutik, M.Si ketika dikonfirmasi, menyampaikan jika hal tersebut sebenarnya menjadi tanggungjawab lintas sektor. Namun pihaknya juga turut serta membantu mengatasi permasalahan itu dengan memberikan sejumlah solusi.

Ia menyebut, panen tomat yang melimpah bisa diolah menjadi sesuatu untuk menambah nilai ekonomis. Tentunya hal ini, harus ada sinergitas antar Organisasi Perangkat Dearah (OPD) yang ada.

"Bisa diolah menjadi bahan makanan menjadi sesuatu yang sehat, kita harus menggandeng Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan. Akan kita pikirkan itu nanti dengan dinas terkait. Karena kita tidak bisa melakukan hal itu sendirian," katanya.

Hertutik menambahkan, peranan pihaknya sementara ini sebatas melakukan pendampingan untuk mengolah bahan pangan dalam skala kecil. "Untuk tomat, kita bisa melakukan pendampingan pembuatan saos. Namun dalam skala kecil. Kalau skala besar, itu dari Dinas Pertanian, sepertinya di sana ada alatnya. Coba koordinasi dengan Kabid Pengolah Hasil Pertanian," ujarnya.

Dalam masa pandemi seperti saat ini, pihakya sedang gemar-gemarnya mengadakan kegiatan untuk memanfaatkan lahan pekarangan. "Saat ini kita gemar-gemarnya memanfaatkan pekarangan," pungkasnya. (cw7)