Pendakian Semeru Resmi Dibuka, Kuota 120 Pendaki per Hari

Pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru. (*)
Lumajang, Motim – Sudah hampir satu tahun, jalur pendakian Gunung Semeru ditutup. Namun akhinya per 1 Oktober 2020, jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu resmi dibuka. Namun kuota dibatasi, hanya 120 pendaki saja per hari.

"Aturannya 20 persen dari daya dukung 600 pendaki, jadi 120 pendaki saja,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), John Kenedie, Kamis (1/10).

“Bookingnya melalui online, kalau sudah tercukupi bisa daftar untuk keesokan harinya. Rombongannya minimal 3 dan tidak boleh lebih dari 7, harus membawa masker, kita batasi sampai Kalimati selama 2 hari 1 malam," lanjutnya.

Sementara Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menegaskan, pendakian Gunung Semeru memang tidak dibuka seratus persen. "Ini tidak dibuka full seratus persen, mekanismenya ada di TNBTS melalui online, yang mendapatkan akses dan izin lah yang boleh mendaki," ujarnya usai membuka Jalur pendakian.

Ia menjelaskan, pendaki yang akan Semeru harus melalui tahapan-tahapan yang ditentukan. Termasuk harus menjalani tes kesehatan untuk memastikan pendaki sehat. Demi mengantisipasi agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Kita siapkan dari Dinkes untuk cek kesehatan, sebelum mendaki wajib melalui proses cek kesehatan termasuk memastikan penerapan protokol kesehatan," jelas bupati.  Thoriq berpesan, agar para pendaki tetap memperhatikan protokol kesehatan. Nantinya pelaksanaan pendakian akan dilakukan evaluasi 2 mingguan. (fit)