Sanksi Denda Pelanggar Prokes Masih di Terapkan di Satu Titik

Sanksi Denda Pelanggar Prokes Masih di Terapkan di Satu Titik
Sidang pelanggar prokes

Lumajang, Motim - Operasi Yustisi dengan memberikan sanksi denda kepada pelanggar protokol kesehatan (prokes) sudah diberlakukan di Kabupaten Lumajang sejak Senin (5/10/20), di Jalan Alun-alun Selatan. Sementara ini, pemberlakuan denda tersebut masih diterapkan di satu titik itu saja.

Kasi Operasi dan Pengendalian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang, Sirin saat dikonfirmasi menyampaikan, sanksi denda yang diberikan kepada pelanggar prokes ketika ada Operasi Yustisi di Jalan Alun-alun Selatan atau di depan Gedung Sujono.

"Yang di depan Gedung Sujono saja dikenakan sanksi denda," ucap Sirin, Selasa (6/10/20).

Pelanggar prokes yang terjaring operasi di sana, akan disidang di tempat dan denda dengan nominal minimum 25 ribu dan denda maksimal 250 ribu rupiah. Sidang tersebut dilaksanakan di dalam Gedung Sujono.

Untuk operasi yang dilaksanakan di titik lainnya, sementara ini tetap menjalani sidang di tempat, namun tidak ada sanksi denda. "Sidang di tempat tetap jalan, tapi tidak ada denda," jelasnya.

Ia menjelaskan, bahwa operasi Yustisi tersebut masih belum ditentukan kapan akan berakhir, karena belum ada petunjuk soal itu. "Belum ada perintah sampai kapan," katanya ketika dihubungi via selulernya.

Kegiatan operasi tersebut terus digalakkan setiap hari, baik pagi, siang atau pun malam. Lokasinya juga selalu berpindah-pindah. Sementara ini masih difokuskan di perkotaan saja dengan melibatkan jajaran Kepolisian, jajaran TNI, Pol PP dan Dishub.

"Pelanggar prokes akan dikenakan sanksi sosial, seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya, baca doa dan lain-lain," pungkasnya. (cw7)