Senduro Ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama

Senduro Ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama
Launching Desa Senduro sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama

Lumajang, Motim - Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyampaikan toleransi sangat diperlukan dalam kehidupan sosial. Apalagi di Negara Indonesia, mengingat bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, budaya dan bahasa.

Ia menilai, toleransi adalah sebuah kebebasan yang tidak menghalangi kebebasan orang lain. "Toleransi bagi Saya kebebasan yang sebebas-bebasnya sepanjang tidak bersentuhan dengan kebebasan orang lain," terangnya saat launching Desa Senduro sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama di Pura Mandara Giri Semeru Agung.

Dirinya juga mengaku bangga dengan kerukunan umat beragama yang ada di Desa Senduro, Kecamatan Senduro. Agus Triyono menegaskan, mencapai sebuah kerukunan diperlukan empat hal. Yaitu rasa tahu diri, hidup saling melengkapi, lebih mencari persamaan daripada perbedaan, dan diperlukan kelapangan hati.

"Jadilah Manusia, Mengertilah Manusia dan Manusiakan Manusia," ucapnya mengutip pesan dari KH. Musthofa Bisri. Dirinya yakin kerukunan akan terus terjaga selama manusianya bisa menjaga hubungan dengan sesama.

Sementara, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang, Suharyo, AP. menilai Desa Senduro sudah sangat pantas disebut dengan Desa Kerukunan Umat Beragama. Menurutnya, banyak hal yang mendasar soal kerukunan umat yang tertanam pada sendi kehidupan sosial masyarakat Desa Senduro.

"Saya yakin sampai dunia hancur kerukunan di sini akan tetap terjaga, ini potensi kerukunan yang tidak ditemui di tempat yang lain," ujarnya. (fit)