Tiga Anak Punk Terjaring Operasi Yustisi

Tiga Anak Punk Terjaring Operasi Yustisi
Petugas saat melakukan pembinaan dan pemeriksaan kepada anak Punk

Lumajang, Motim - Operasi Yustisi dalam menegakkan protokol kesehatan yang digelar di depan balai Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang berhasil mengamankan 3 orang anak Punk. Tiga anak berpenampilan kumuh dan tidak menggunakan masker itu diketahui berasal dari Kecamatan Kunir dan Tempeh.

Ketiga anak punk tersebut terjaring razia Operasi Yustisi yang digelar oleh petugas gabungan dari Jajaran Kepolisian, Jajaran TNI dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang. Mereka terjaring saat menumpang di bak terbuka pada mobil pick up yang melintas di sana.

Kepala Bidang Penindakan dan Penegakan Hukum Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Lumajang, Didik BS menyampaikan jika pihaknya sengaja menghentikan mobil pick up yang ditumpangi anak-anak punk itu. Selain karena ada larangan mengangkut orang menggunakan bak terbuka, juga anak punk tersebut sudah melanggar protokol kesehatan (prokes).

“Naik di atas kendaraan bak terbuka kan memang ada larangan. Mereka juga tidak memakai masker, makanya kita hentikan,” ucapnya, Senin (19/10/20).

Selanjutnya anak punk tersebut diperiksa barang bawaannya. Karena dikhawatirkan membawa barang-barang yang dilarang seperti senjata tajam atau pun narkoba dan sebagainya. “Setelah kami periksa barang bawaannya tidak ditemukan barang-barang terlarang, hanya ada baju ganti saja,” jelas Didik.

Untuk memberi efek jera pada anak punk yang diduga masih dalam usia sekolah tersebut, pihaknya mencopot dengan cara menggunting semua assesoris yang dikenakannya. Termasuk anting dan tindik di lidahnya. Bukan itu saja, mereka diperintahkan untuk mengganti pakaian kumuh yang dikenakannya dengan pakaian yang lebih sopan. “Kami beri pembinaan, kemudian kami data dan difoto buat laporan,” terangnya.

Sementara alat musik yang digunakannya untuk mengamen sengaja disita untuk diamankan. Masih kata Didik, handphone yang mereka bawa juga diperiksa. “HP sudah kami periksa dan kami temukan konten-konten pornografi. Kami perintahkan agar dihapus,” tegasnya.

“Setelah kami interogasi, ternyata anak yang dari Desa Kunir Lor masih kakak beradik dan satunya dari Tempeh. Tadi juga sudah diperiksa oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Labruk Kidul, suhunya masih normal,” pungkasnya. (cw7)