Ajuz Kenalkan Kopi Pasrujambe ke Berbagai Penjuru Nusantara

Ajuz dan produknya, Pasrujambe Kopi. (*) 
Lumajang, Motim - Agus Setiawan atau yang akrab disapa Ajuz sudah sangat dikenal di kalangan pegiat kopi di Kabupaten Lumajang. Sebagai barista yang terampil dalam menyajikan kopi, Ia juga berkomitmen mengenalkan kopi dari Kecamatan Pasrujambe ke berbagai penjuru nusantara.

Produknya yang diberi nama ‘Pasrujambe Kopi’ tak hanya diminati penikmat kopi di Kabupaten Lumajang saja. Namun juga banyak dipesan dari berbagai daerah hingga saat ini. Tak hanya merambah daerah di Jawa Timur, Ia juga memiliki pelanggan tetap dari Yogyakarta, Sumatera, hingga Kalimantan.

“Jenisnya ada arabika, robusta, dan excelsa. Ada kemasan 200 gram, 500 gram, dan 1 kilogram,” katanya saat ditemui Memo Timur, Kamis (12/11).

Ajuz menceritakan, sejak 2014 ada sejumlah petani kopi di Pasrujambe yang didampinginya agar kopi yang dihasilkan bisa optimal. Kemudian dirinya membeli kopi hasil panen dari petani tersebut.

Kopi yang dibeli dari petani langsung itu, diolahnya sendiri hingga siap jual. Cita rasa kopi yang dihasilkan itu sudah tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya sudah mampu bersaing dengan kopi nusantara lainnya di pasaran.

“Soal kualitas, kopi dari Kabupaten Lumajang sebenarnya imbang dengan daerah lain,” kata pria yang sudah berkecimpung di dunia kopi sejak 2011 itu.

Uniknya, dalam kemasan produk yang dibuat oleh Ajuz, Ia juga mencantumkan nama petaninya. “Saya juga mengenalkan siapa petaninya. Jadi ketika nama produk saya terangkat, petani juga terangkat,” ujarnya.

Pria berusia 28 tahun itu menuturkan, meski kualitas kopi dari Kabupaten Lumajang sudah bersaing dengan lainnya, namun Ia menilai masih kalah populer dengan kopi dari daerah lain. Sehingga Ia ingin, nama Pasrujambe atau Lumajang bisa selalu melekat pada kopi yang dijual.

Cara lain yang dilakukannya, bagi pembeli produk kopinya dalam jumlah banyak dari luar daerah yang akan dijual kembali, harus memiliki komitmen untuk tetap menyertakan nama Pasrujambe atau Lumajang.

“Harus ada komitmen di labelnya memakai nama Lumajang atau Pasrujambe. Misalnya di Lamongan sudah memakai nama Kopi Pasrujambe dan di Surabaya namanya Kopi Lumajang,” tegasnya.

Karena kata Ajuz, selama ini banyak kopi dari Kabupaten Lumajang dijual ke luar daerah, namun nama Lumajang atau daerah asalnya tidak terangkat. “Misalnya dibandingkan dengan Kopi Banyuwangi, Kopi dari Lumajang masih kalah tenar, padahal kalau soal cita rasa bisa diadu,” ungkapnya.

Ajuz pun mengajak seluruh pihak, khususnya pegiat kopi untuk ikut mempromosikan kopi dari Kabupaten Lumajang ke luar daerah. Ia juga berharap produsen kopi di Lumajang berani membuat komitmen dengan pembeli dari luar daerah. Agar tetap melekatkan nama Lumajang ketika kopi itu dijual kembali.

“Jadi harus memberi brand nama Lumajang ketika dijual kembali,” pungkasnya. Bagi yang ingin menikmati produk ‘Pasrujambe Kopi’ bisa menghubungi Ajuz dengan mengunjungi akun instagram @pasrujambekopi. (fit)