Banyak yang Mati, Perlindungan Mata Air Harus Dilakukan

Banyak yang Mati, Perlindungan Mata Air Harus Dilakukan
Waka Administratur/KSKPH Lumajang, Marhaendro Bagyo Sungkowo

Lumajang, Motim - Ada ratusan mata air di Kabupaten Lumajang yang telah mati. Ditambah lagi ada banyak juga mata air yang mulai mengalami penyusutan. Sehingga harus dilakukan perlindungan, agar tak bertambah lagi mata air yang mati.

Pihak Perhutani pun sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan mata air yang ada. Khususnya di wilayah yang masuk kawasan Perhutani. Diantaranya melakukan perlindungan mata air sesuai regulasi.

“Sesuai regulasi, kita upayakan perlindungan mata air, intinya di kawasan perlindungan mata air itu, tidak boleh ada penebangan pohon sama sekali,” ucap Waka Administratur/KSKPH Lumajang, Marhaendro Bagyo Sungkowo, Rabu (18/11).

Ia menegaskan, penebangan hanya boleh dilakukan pada pohon yang telah mati. Dengan alasan demi keamanan dan keselamatan masyarakat. “Itu yang boleh ditebang yang mati, untuk keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya juga secara rutin melakukan penanaman pohon setiap tahun. Khususnya di kawasan mata air. Dalam setahun, Perhutani total bisa menanam ratusan ribu pohon. “Kalau penanaman itu rutinitas tahunan, bisa ratusan ribu pohon setiap tahunnya,” kata dia.

Dalam penanaman tersebut, Perhutani menanam berbagai macam jenis pohon. Diantaranya pohon salam, sukun, alpukat, pucung, hingga durian. “Jenis pohon buah-buahan itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat buahnya,” ungkapnya.

“Kalau pohon seperti salam, itu selain bisa banyak menyimpan air, bisa untuk menarik burung-burung di alam. Sehingga kelestarian hewan seperti burung itu terjamin,” pungkas Marhaendro Bagyo Sungkowo. (fit)