Baru Diluncurkan, Program 'Sinau Bareng' Harus Dihentikan

Baru Diluncurkan, Program 'Sinau Bareng' Harus Dihentikan
Sinau Bareng di salahsatu sekolah
Lumajang, Motim - Program Sinau Bareng (PSB) di sekolah baru saja diluncurkan secara resmi oleh Bupati Lumajang, Kamis (12/11) lalu. Belum genap seminggu berjalan, program tersebut terpaksa harus dihentikan.

Dinas Pendidikan Lumajang sudah menyurati seluruh kepala sekolah untuk menghentikan sementara program itu per 17 November 2020. PSB terpaksa dihentikan, mengingat data Covid-19 di Kabupaten Lumajang yang terus mengalami peningkatan.

"Mengingat tren Covid-19 di Kabupaten Lumajang cenderung meningkat maka PSB (Program Sinau Bareng) dihentikan sementara waktu," kata Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Agus Salim, Selasa (17/11).

Lanjutnya, saat ini kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan secara daring. "Pembelajaran tetap memakai PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau daring," ungkapnya pada Memo Timur.

Agus Salim menambahkan, PSB akan terus dievaluasi sebelum diterapkan kembali di tengah pandemi. "Intinya PSB kita evaluasi," pungkasnya.

Data dari Dinas Kesehatan Lumajang, per 16 November 2020, angka Covid-19 di Lumajang telah mencapai 1.115 kasus. Sementara angka aktif ada 150 kasus.

Seperti diketahui, PSB merupakan kegiatan belajar-mengajar di masing-masing sekolah jenjang SD/SMP dan sederajat yang dilakukan secara tatap muka. Tentunya harus tertib mematuhi protokol kesehatan.

Standar Operasional Prosedur (SOP) sudah diatur dalam pelaksanaan program tersebut. Diantaranya, siswa yang masuk di hari itu dibatasi hanya sekitar 25 persen dari total siswa di sekolah.

Kemudian sirkulasi udara di dalam kelas juga harus dijaga tetap bagus. Siswa dan guru diwajibkan menjalankan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan mencuci tangan. (fit)